facebook

Lagi Gali Tanah Buat Tanam Pohon, Petani Palestina ini Malah Nemuin Mozaik Era Bizantium

Oke Atmaja
Putra petani Palestina Salman al-Nabahin saat membersihkan mozaik Bizantium yang ditemukan oleh ayahnya ketika menggali tanah di Bureij, Gaza, Palestina, Minggu (18/9/2022). [AFP PHOTO/MOHAMMED ABED]
Putra petani Palestina Salman al-Nabahin saat membersihkan mozaik Bizantium yang ditemukan oleh ayahnya ketika menggali tanah di Bureij, Gaza, Palestina, Minggu (18/9/2022). [AFP PHOTO/MOHAMMED ABED]

Seorang petani di kota Gaza, Palestina, telah menemukan mozaik dari era Bizantium yang terlukis pada lantai berornamen ketika sedang menggali tanah untuk menanam pohon.

Suara.com - Putra petani Palestina Salman al-Nabahin saat membersihkan mozaik Bizantium yang ditemukan oleh ayahnya ketika menggali tanah di Bureij, Gaza, Palestina, Minggu (18/9/2022). Seorang petani di kota Gaza, Palestina, telah menemukan mozaik dari era Bizantium yang terlukis pada lantai berornamen ketika sedang menggali tanah untuk menanam pohon zaitun di Jalur Gaza.

Mozaik itu menggambarkan pemandangan kehidupan sosial sementara gambar yang lain berupa binatang dan burung berwarna-warni. Selain mozaik, ditemukan juga beberapa tembikar dan botol kaca, Diperkirakan Relik-relik ini berasal dari abad kelima hingga ketujuh Masehi dan merupakan bagian dari era Bizantium.

Para ahli menyebut penemuan itu sebagai salah satu harta karun arkeologi terbesar yang pernah ditemukan di Gaza. Arkeolog Rene Elter dari Sekolah Alkitab dan Arkeologi Prancis di Yerusalem mengatakan bahwa mozaik itu luar biasa.

"Ini adalah lantai mozaik terindah yang ditemukan di Gaza, baik dari segi kualitas representasi grafis maupun kompleksitas geometrinya. Belum pernah ada lantai mozaik sebagus ini, dengan tingkat presisi grafis dan kekayaan warna sebaik ini, ditemukan di Jalur Gaza sebelumnya." Katanya.

Kementerian Pariwisata dan Purbakala Palestina mengatakan para ahli internasional dibawa untuk menyelesaikan penggalian situs tersebut. Jalur Gaza sendiri merupakan rute perdagangan yang ramai saat peradaban masa lalu, tak heran jika wilayah itu kaya dengan barang antik. [AFP PHOTO/MOHAMMED ABED] [Suara.com/Alfian Winanto]

Komentar