Gerimis Iringi Pemakaman Korban Gempa Cianjur

Dwi Bowo Raharjo
Proses pemakaman jenazah korban gempa bumi di Desa Sukamulya, Cugenang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/11/2022). [NTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc].
Proses pemakaman jenazah korban gempa bumi di Desa Sukamulya, Cugenang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/11/2022). [NTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc].

Sebanyak delapan jenazah korban gempa Cianjur sempat terlambat dimakamkan karena tidak ada kain kafan.

Suara.com - Kerabat dan keluarga mensalatkan jenazah korban gempa Cianjur, saat akan dimakamkan di Desa Sukamulya, Cugenang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/11/2022). Saat itu kondisi cuaca tengah gerimis.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Rabu (23/11/2022) pukul 17.00 WIB korban meninggal dunia imbas gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat, bertambah menjadi 271 orang.

Sebelumnya warga Kampung Gasol, Asep (24) mengatakan sebanyak delapan jenazah korban gempa Cianjur sempat terlambat dimakamkan. Ini lantaran ketidaktersediaan kain kafan.

Minimnya kain kafan terjadi di dua desa, yakni Kampung Sudi, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, dan Kampung Gasol, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang.

Kedelapan jenazah ini terdiri dari lima orang tua dan tiga anak-anak.