Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mempercepat tindak lanjut enam rekomendasi KNKT terkait kejadian KA 4B Argo Bromo Anggrek dan KA 5568A Commuter Line di Jalur I Stasiun Bekasi Timur, Daop 1 Jakarta.
Tindak lanjut mencakup penguatan komunikasi dan prosedur keselamatan, evaluasi kondisi kerja masinis, pengendalian perjalanan, serta peningkatan kemampuan personel mengenali potensi bahaya. KAI juga memperbaiki prosedur, pelatihan, dan sistem kerja.
Selain itu, KAI menutup 172 perlintasan sebidang sesuai instruksi yang diterbitkan pada 11 Mei 2026. Seluruh target penutupan tersebut telah terealisasi per 23 Juli 2026 sebagai bagian dari langkah peningkatan keselamatan di lapangan.
KAI juga menjalankan peningkatan keselamatan di 190 titik prioritas yang tersebar di 9 Daop dan 4 Divre di Jawa dan Sumatra. Per 28 September 2026, pekerjaan sipil telah berjalan di 183 lokasi, modular 69 lokasi, rambu 26 lokasi, palang pintu 2 lokasi, dan alat komunikasi 87 lokasi.
Untuk mendukung operasional 190 titik tersebut, KAI menyiapkan 748 petugas Penjaga Jalan Lintasan (PJL) tersertifikasi. Di JPL 86 Bekasi Timur, pembangunan pos jaga serta pemasangan rambu, palang pintu, dan alat komunikasi telah selesai dan perlintasan tersebut telah dioperasikan.