Fresh.suara.com - Beberapa waktu belakangan, netizen tanah air sedang dihebohkan dengan tren kuliner asal Jepang, Natto. Banyak vlogger kuliner yang me-review makanan khas jepang terbuat dari kedelai difermentasi ini. Lantas, seperti apa rasa Natto dan apakah memang lezat sehingga jadi populer di kalangan netizen?
Secara visual, Natto mungkin tidak terlihat cantik, tetapi Natto adalah makanan pokok di Jepang kawasan timur. Faktanya, ini sangat populer sehingga banyak anak sekolah Jepang memakan Natto selama jam istirahat sekolah mereka.
Tapi jangan berpikir jika penduduk setempat menggemari Natto lho, sudah pasti kita juga bisa lantaran terbiasa mengonsumsi tempe yang notabene fermentasi kedelai juga. Yuk mengenal Natto lebih dekat.
Apa itu Natto?
Natto, kedelai yang difermentasi ini biasanya disajikan dengan kecap, mustard karashi, dan bawang. Natto dikenal karena baunya yang menyengat, rasa yang kuat, dan teksturnya yang berserat/berlendir.
Terlepas dari deskripsi yang tidak menggugah selera ini, Natto adalah tradisi sarapan di banyak daerah Jepang. Selain itu, Natto juga mengandung nutrisi vitamin K yang baik, protein tinggi, dan sejumlah besar bakteri pencinta usus.
Seperti Apa Rasa Natto?
Rasa Natto bervariasi tergantung proses fermentasinya, tetapi rasanya kerap dibandingkan dengan keju cottage asin, foie gras atau Brie tua.
Beberapa penikmatnya bahkan mengatakan rasanya mirip daging bacon. Namun, sebagian besar penikmat natto tampaknya tidak bisa mendeskripsikan rasa dengan tepat.
Ada pula yang menyebut aromanya membuat selera makan hilang.
Cara Makan Natto
Umumnya Natto dimakan apa adanya tanpa tambahan bahan lain. Namun, tak sedikit pula yang menambahkan mustard, kecap, dan bawang, juga bisa disajikan di atas nasi putih atau dengan sup miso.