Fresh.suara.com - Fujianti Utami Putri atau yang lebih dikenal dengan sebutan Fuji An, baru-baru ini mencurahkan perasaannya soal para haters. Saking kesalnya, Fuji beranggapan bahwa para haters ini baru akan puas jika dirinya sudah tiada.
Fuji mengaku dirinya memang belum punya prestasi. Oleh sebab itu dirinya maklum jika orang-orang mencibir ketika dirinya mulai dikenal publik dan kerap jadi bahan pemberitaan.
“Kalau misalnya prestasi, oke lah aku prestasi belum ada, tapi kan kalau orang-orang ngomongnya ke kariernya apa Kariernya apa?” ujar Fuji saat berbincang-bincang dengan sejumlah rekannya.
Namun, imbuh Fuji, ketika dia sudah mulai membuktikan kemampuannya di dunia hiburan, sebut saja seperti berhasil tampil dalam film pertamanya, Bukan Cinderella, pandangan para haters tetap saja negatif padanya.
Para haters, menurut Fuji, selalu menyebut-nyebut bahwa ketenaran dan rezeki di dunia entertainment yang ia dapat sekarang adalah hasil panjat sosial lewat Gala Sky, putra almarhum Vanessa Angel dan Bibi Andriansyah sang kakak.
“Tetep aja pas aku udah launching film, bla bla bla, kayak gini kayak ada aja kayak aktingnya jelek kayak ah ini dari hasil kematian, oh ini dari hasil gendong Gala, oh ini mah film hasil pansos sama Gala, ya udah lah, nggak ada habis-habisnya,” ujar Fuji.
Saking kesalnya, Fuji sampai mengatakan bahwa mungkin para haters baru akan puas jika dirinya telah tiada.
“Gue mau ampe jungkir balik, kyknya kalau aku misalnya mati baru pada puas,” sebut Fuji.
Argumennya bukan tanpa dasar. Ia berkaca pada nasib yang dialami sang kakak dan kakak ipar. Menurut Fuji keduanya kerap direndahkan orang semasa hidupnya, namun kini banyak yang merasa kehilangan.
Baca Juga: Trenyuh! Sule Memohon Adzam Menginap Sehari Saja di Rumahnya, Ini Jawab Nathalie Holscher
“Sorry to say ya, Kak Vaness itu waktu itu Kak Vaness sama Da Febi tu waktu hidup dihujat, dikerjain, diusilin, sampai diinjak-injak sampe bawah tanah. Pas mereka udah nggak ada mereka semua merasa bersalah, karena waktu hidup itu, mereka nggak dianggap sama sekali sama banyak orang, bukan aku nggak nyebut semua orang, tapi banyak orang di saat mereka udah nggak ada, semua pada merasa bersalah, mungkin ya, mungkin kalo misalnya aku mati baru kalian senang,” pungkas Fuji.