Fresh.suara.com - Irjen Ferdy Sambo telah mengakui jika dirinya yang menjadi otak pembunuhan terhadap Brigadir J. Pernyataan itu diketahui berdasarkan pengakuan Irjen Ferdy Sambo saat diperiksa komisioner Komnas HAM di Markas Korps Brimob Depok, Jumat (12/8/2022).
Pemeriksaan yang dilakukan oleh ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik juga mengungkap beberapa hal dari hasil pemeriksaan tersebut.
Kepada tim Narasi, saat ditanya apakah Irjen Ferdy Sambo mengakui telah menembak Brigadir J, Taufan menyebut jika Ferdy Sambo tidak terbuka mengakui hal ini.
Ahmad Taufan juga membeberkan hasil pemeriksaan yang berbeda dari Ferdy Sambo dan Bharada E masalah penembakan tersebut.
“Dia secara tidak terbuka mengakui hal itu. Tapi dia katakan memang dia yang memerintahkan Richard atau Bharada E untuk melakukannya (penembakan),” ucap Ahmad Taufan, dikutip dari YouTube Narasi pada Jumat (19/8/22).
Pengakuan berbeda didapat oleh Komnas HAM saat memeriksa Bharada E. Dalam keterangan, Bharada E menyebut jika Ferdy Sambo juga melakukan dua tembakan ke Yoshua.
“Sementara, sebaliknya kami periksa Richard dia mengakui bahwa pak FS melakukan tembakan. Dua tembakan ke Yoshua, kemudian setelah itu dia memerintahkan, memanggil KM (Kuat Ma’ruf), RR (Ricky Rizal), dan Richard itu untuk dia kasih arahan, dia akui itu,” kata Taufan.
“Kemudian ibu PC (Putri Candrawathi) pergi ke rumah dinas, kemudian dia (FS) menyusul beberapa menit kemudian yang itu mengesankan seolah-olah dia mau pergi ke tempat lain. Terus tiba-tiba dia balik, itu dia (FS) katakan skenario dia. Sebetulnya dia akan ke TKP untuk melakukan eksekusi terhadap Yoshua,” ujarnya.
Kepada komisioner Komnas HAM, Mochamad Choirul Anam, Ferdy Sambo turut mengaku bahwa dirinya yang paling bertanggung jawab atas pembunuhan Brigadir J.
Baca Juga: Ini Kronologi Luna Maya Ambruk saat Jajal Tantangan Keripik Pedas bareng Bobon Santoso
"Kami konfirmasi dan Pak Sambo mengakui bahwa dia yang menjadi orang yang bertanggung jawab untuk membuat cerita itu semua," ujar Anam.