Fresh.suara.com - Sejumlah psikolog dari Asosiasi Psikolog Forensik Indonesia mendatangi keluarga Brigadir J di Muaro Jambi, Jambi, pada Selasa (23/8/2022). Menurut pengakuan keluarga Brigadir J, para psikolog menanyai perilaku almarhum Brigadir J semasa hidupnya, yang mengarah seputar dugaan kelainan, terutama sikapnya ketika berada di dekat laki-laki.
Bibi mendiang Brigadir J, Roslin Simanjuntak, mengatakan bahwa tiga psikolog tersebut mendapat tugas dari Bareskrim Mabes Polri untuk menanyai kepribadian Brigadir J semasa hidupnya. Roslin sempat heran, mengapa baru sekarang mereka datang. Namun, mereka beralasan baru mendapat surat tugas.
“Kenapa setelah 50 hari, baru datang, sempat kami tanyakan seperti itu juga. Tiga orang. Alasannya itu, ‘kemarin itu kami harus ada surat penugasan dulu baru kami menjalankan tugas’ katanya begitu,” tutur Roslin Simanjuntak, bibi Brigadir J seperti dikutip dari YouTube CNN.
Selain kepada keluarga, para psikolog juga bertanya kepada teman almarhum sejak kecil dan pihak sekolah tempat Brigadir J belajar.
Roslin juga mengatakan, para psikolog juga menanyakan apakah ada perubahan perilaku Yoshua semasa kecil hingga menjadi anggota kepolisian. Menurut Roslin, pertanyaan yang diajukan cenderung mengarah ke seputar kelainan pada kepribadian Brigadir J. Salah satunya adalah perubahan gerakan atau sikap almarhum saat bersama rekan prianya.
Roslin menduga, ini merupakan upaya para tersangka untuk memperoleh keringanan hukuman atas perbuatan yang sudah dilakukan.
“Keluarga ibu Putri yaitu mau, bagaimana agar orang itu mendapatkan keringanan, begitu juga si Kuat, Ricky dan si Bharada E ya, yaitu agar masyarakat simpati, memberikan keringanan hukuman, rekayasa dari kelompoknya si Sambo lah,” tutur Roslin.