Fresh.suara.com - Kedatangan band internasional Coldplay untuk menggelar konser di Indonesia memicu kontroversi dan ancaman penolakan dari Persaudaraan Alumni (PA) 212. Gerakan yang digawangi oleh Habib Novel Bamukmin tersebut mengancam akan mengepung bandara jika Coldplay tetap melangsungkan konser di Indonesia. Alasan di balik ancaman ini adalah klaim bahwa Coldplay mendukung LGBT, yang dianggap tidak sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai Islami.
Namun, apakah benar Coldplay adalah pendukung LGBT? Untuk mencari jawabannya, kami melakukan penelusuran pustaka digital. Ditemukan bahwa akun Twitter @ColdplayXtra, yang membagikan berita dan pembaruan seputar band tersebut, memuat postingan yang menyinggung tentang LGBT.
Dalam postingan tersebut, diketahui bahwa vokalis Coldplay, Chris Martin, disebut sebagai sekutu bagi komunitas LGBT. Bahkan, sejak awal kariernya, Chris Martin telah mendukung LGBT.
“Seorang sekutu bagi komunitas LGBT+” kicau akun tersebut.
Foto-foto Chris Martin kibarkan bendera LGBT
![Chris Martin [Twitter/@ColdplayXtra]](https://media.suara.com/suara-partners/fresh/thumbs/1200x675/2023/05/17/1-jepretan-layar-2023-05-17-pukul-095549.png)
“Sejak awal kariernya, Chris Martin sudah mendukung kebebasan hak-hak kaum gay,” sambung akun itu.
Beberapa foto juga menunjukkan kebiasaan Chris Martin dalam mengibarkan bendera warna-warni khas LGBT selama konser-konser Coldplay.
Chris Martin di konser Coldplay
![Chris Martin dan Fans [Twitter/@ColdplayXtra]](https://media.suara.com/suara-partners/fresh/thumbs/1200x675/2023/05/17/1-jepretan-layar-2023-05-17-pukul-095559.png)
“Ia kerap mengibarkan bendera LGBT pada konser-konser Coldplay,” sambung akun itu.
Dalam konteks ini, perlu dicatat bahwa dukungan Coldplay pada komunitas LGBT bukanlah suatu hal yang diam-diam atau rahasia. Chris Martin secara terbuka menunjukkan dukungannya terhadap hak-hak LGBT dan kebebasan mereka untuk hidup dengan jati diri mereka.
Chris Martin
![Mengenakan kaos bertema LGBT [Twitter/@ColdplayXtra]](https://media.suara.com/suara-partners/fresh/thumbs/1200x675/2023/05/17/1-jepretan-layar-2023-05-17-pukul-095607.png)
Namun, perlu diingat bahwa setiap individu atau kelompok memiliki hak untuk memiliki pandangan dan pendapat mereka sendiri. Meskipun ada yang menerima dan mendukung LGBT, tidak semua orang akan setuju dengan pandangan tersebut.
Chris Martin bawa bendera LGBT
![Chris Martin [Twitter/@ColdplayXtra]](https://media.suara.com/suara-partners/fresh/thumbs/1200x675/2023/05/17/1-jepretan-layar-2023-05-17-pukul-095616.png)
Hal ini mencakup Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang merasa bahwa pandangan dan nilai-nilai Coldplay tidak sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Mereka percaya bahwa LGBT bertentangan dengan ajaran agama Islam dan mempertahankan pandangan tradisional terhadap isu ini.
Baca Juga: Ayu Dewi Tidur Sendirian, Pria Ini Tanya soal Keberadaan Regi Datau Subuh-subuh Gak Ada di Rumah