SuaraGarut.id - Vaksinasi di daerah terpapar difteri terus diupayakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.
Saat ini vaksinasi atau outbreak respnse immunization (ORI) di kawasan terpapar difteri baru mencapai 60 persen.
Jumlah tersebut dinilai masih rendah jika dibandingkan dengan target vaksinasi sebesar 90 persen bagi warga di daerah terpapar difteri.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Asep Surachman mengaku meski tingkat vaksinasi masih rendah namun kasus difteri di Pangatikan sudah turun.
"Walau vaksinasinya baru 60 persen di Kecamatan Pangatikan namun angka kasus difteri sudah mulai mengalami penurunan," kata Asep, Jumat (17/3/2023).
Namun menurut Asep, kasus difteri saat ini tidak hanya di Pangatikan kasusnya sudah menyebar ke Tarogong Kidul dan Cisurupan.
"Sebelumnya ada warga Tarogong Kidul positif difteri lalu kemarin ada warga Cisurupan yang meninggal dunia positif difteri," ujarnya.
Oleh karena itu, kata dia, dirinya sudah mengintruksikan kepada tempat layanan kesehatan agar segera merujuk jika ditemukan warga yang terindikasi positi difteri.
"Jika ditemukan adanya dugaan difteri, maka petugas harus secepatnya melakukan tindakan dengan merujuknya ke rumah sakit," harapnya.
Baca Juga: Cewek Ini Sentuh Pusarnya, Boy William Langsung Beri Klarifikasi
Menurut Asep, tindakan cepat terhadap pasien diudga terserang difteri sangat penting agar pasien bisa secepatnya mendapatkan penanganan sehingga nyawanya tidak terancam.(*)