SuaraGarut.id - Jelang ramadan para Kepala Daerah di Jawa Barat kompak menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji 3 Kg.
Kisaran kenaikan HET di tiap kabupaten berbeda antara Rp.2000 hingga Rp.3500 per tabung tergantung kebijakan bupatinya.
Seperti di Kabupaten Cianjur, Kenaikan HET ditetapkan dalam Keputusan Bupati Cianjur Nomor 541.11/KEP.20-PSDA.SETDA/2023.
Asisten Daerah II Setda Cianjur, Budhi Rahayu Toyib mengatakan, kenaikan harga di tingkat agen Rp1.500 sedangkan di tingkat dasar Rp3.000 per tabung.
Kenaikan HET gas 3 Kg juga terjadi di Kabupaten Subang yang semula harganya Rp.16.000 menjadi Rp.19.000 atau naik Rp.3000 tiap tabungnya.
Langkah yang sama dilakukan di Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan empat kepala daerah tersebut kompak menaikkan HET Gas 3 Kg.
Jumlah kenaikan HET di empat kabupaten tersebut kompak sebesar Rp.3000 pertabung yang tadinya Rp.16.000 menjadi Rp.19.000 per tabungnya.
Kenaikan HET gas 3 Kg dilakukan juga oleh Kabupaten Garut yang mematok harga di tingkat pangkalan sebesar Rp.19.500 dari harga awal Rp.16.000.
Dengan begitu kenaikan HET di Garut mencapai Rp.3500 per tabungnya.
Baca Juga: Pede! Kubu Ferry Irawan Yakin Bakal Menangkan Persidangan: Banyak Alat Bukti yang Sudah Disiapkan
Khusus di Kabupaten Garut untuk pangkalan yang jaraknya lebih dari 60 kilometer dari SPBE maka harga jualnya lebih tinggi yaitu Rp.20.500 pertabung.
Harga semula di pangkalan yang jaraknya lebih dari 60 Km adalah Rp.17.000 mengalami kenaikan harga yang sama Rp.3000 per tabungnya.(*)