SuaraGarut.id - Harga beras yang terus naik mendekati ramadan membuat Pemerintah Kabupaten Garut mengambil langkah akan memberikan subsidi kepada 230 keluarga miskin.
Subsidi tersebut dilakukan untuk meringankan beban masyarakat saat ramadan yang dihadapkan dengan kenaikan sejumlah kebutuhan pokok.
"Jadi memang untuk beras sudah dua bulan ini mengalami kenaikan harganya sampai Rp.14.000 bahkan ada yang menjual lebih," kata Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, saat Sidak di Pasar Ciawitali Garut, Rabu (22/3/2023).
Wabup mengakui jika kondisi saat ini sangat memberatkan ekonomi masyarakat.
Walaupun menurutnya jika menjelang Ramadan dan Idul Fitri, memang biasanya harga sembako di pasaran sering mengalami kenaikan harga.
Oleh karena itu, guna meringankan beban masyarakat, lanjut dr. Helmi, Pemkab Garut berencana akan melakukan subsidi beras kepada 230 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di seluruh Kabupaten Garut.
"Memang sangat berat dirasakan oleh masyarakat, oleh karena itu kami melakukan rapat Forkopimda termasuk ada subsidi beras untuk 230 ribu KPM," katanya.
Teknisnya, kata Helmi, ada 230 ribu KPM yang mendapatkan subsidi beras 10 kilogram tersebar di seluruh Kabupaten Garut.
Selain itu, kata Wabup, akan ada operasi pasar murah dari Provinsi Jawa Barat.
Baca Juga: Terlihat Foto Bersama, Hubungan Tasyi Athasyia dan Bu Ala Kembali Akur?
Sehingga saat ini baik pemerintah pusat, provinsi, dan daerah sedang bahu-membahu agar kenaikan harga sembako ini tidak memberatkan masyarakat.
"Jadi kita sedang bekerja menekan kenaikan harga. Pemerintah pusat, provinsi terus memberikan perhatian ke Kabupaten Garut yang masuk dalam kemiskinan ekstrem," pungkasnya.(*)