SUARA GARUT - Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Enjang Tedi, S. SOS, mengaku masih terus memperjuangkan nasib 29 guru honorer yang sempat masuk P1 PPPK Tahun 2022, tapi ternyata batal mendapat penempatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK).
"Yang guru SD dan SMP sudah selesai, tinggal yang SMA/SMK. Kemarin kan sudah dikomunikasikan dengan Disdik Provinsi dan Kemendikbud, nah ini harus dikomunikasikan lagi dan akan kita kawal bersama Fagar dan Forum PPPK agar mereka yang mengalami pembuatan ini bisa dikembalikan pada haknya semula, " ujar Politisi PAN asal Garut ini, saat monitoring medial chek up guru PPPK, di Labkesda Garut, Ahad ((09/04/2023).
Enjang Tedi mengapresiasi pihak UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang terus bekerja meski di hari libur untuk memeriksa guru calon PPPK.
"Saya kira ini luar biasa apa yang dilakukan Labkesda Garut ini, di hari libur masih mau melakukan pemeriksaan terhadap para guru calon PPPK. Labkesda Garut berupaya memuliakan para guru yang memerlukan kelengkapan persyaratan, hal ini juga bisa terselenggarakan karena dikoordinasikan oleh Fagar dan Forum PPPK, " tuturnya.
Sementara itu Kepala UPTD Labkesda Garut, Dr. Dedi, mengungkapkan, jumlah guru calo PPPK yang lulus tahun 2022 berjumlah sekitar 3.300 yang dilakukan medial chek UP hingga hari terakhir Senin besok.
"Ya kita lakukan pemeriksaan terhadap para guru PPPK ini untuk membantu mereka melengkapi pemberkasan. Pemeriksaan ini dilaksanakan 8 hari, insya Alloh besok selesai," katanya.
Untuk pemeriksaan 3 Ribu lebih guru calon PPPK ini Labkesda menurunkan 30 personil setiap harinya, dengan 3 orang dokter, 6 orang perawat, 8 orang analis dan 1 orang dokter penanggung jawab spesialis.(*)
Editor: Farhan
Baca Juga: Panduan Lengkap 5 Cara Cek Tarif Tol Online untuk Mudik Lebaran 2023, Mudah dan Simple!