SUARA GARUT – Idul Fitri merupakan puncak dari seluruh rangkaian proses ibadah selama bulan Ramadhan. Dalam bulan tersebut seluruh umat Muslim melakukan ibadah puasa selama sebulan penuh.
Pada tanggal 1 Syawal seluruh umat Muslim merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur. Bahkan Idul Fitri merupakan momen untuk berkumpul bersama sanak saudara dan saling bermaafan.
Tak hanya itu, momen Idul Fitri juga bisa menjadi pelepas rindu, terutama orang yang merantau dan jauh dari orang tua.
Namun tahukah kamu makna dari perayaan Idul Fitri?
Menurut Ustadz Buya Yahya dalam kanal youtube Al-Bahjah TV, Hari Raya Idul Fitri adalah kembali suci dan bersih. Terutama mengingat kata fitrah atau fitri dari Bahasa Arab yang berarti suci atau murni.
Namun Buya Yahya mengatakan kalimat ini bukan jaminan setiap Muslim akan kembali fitrahnya, yakni bersih dari dosa setelah berpuasa di bulan Ramadhan.
Buya Yahya menyebut makna kembali suci merujuk pada sebuah pengharapan. Harapan setelah menunaikan ibadah di bulan penuh ampunan.
“Artinya berharap semoga dengan Idul Fitri ini kita telah kembali suci karena telah menghadap kepada Allah dengan salah tarawih, puasa, kemudian di hari raya menjalin hubungan baik dengan sesama. Maka semoga kembali kepada fitrah,” ucap Buya Yahya, dikutip garut.suara.com pada Kamis (20/04/2023).
Adapun ciri-ciri orang yang kembali suci di Hari Raya Idul Fitri adalah mereka yang aktif beribadah di bulan suci Ramadhan.
Baca Juga: Tata Cara Salat Idul Fitri Dilengkapi dengan Bacaan doa Tiap Gerakan
Buya Yahya menegaskan orang yang aktif di bulan Ramadhan ialah termasuk golongan ahli fitrah. Karena di hari itu beribadah kepada Allah di bulan pengampunan, maka dosa dihapuskan oleh Allah dan fitri bersih dari dosa. (*)
Editor: Farhan