SUARA GARUT - Kepolisian Resort Garut, Jawa Barat, memperketat pengamanan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan diselenggarakan pada Senin 15 Mei 2023 besok.
Aparat keamanan yang diterjunkan lebih dari 2000 personil yang terdiri dari TNI/Polri dan instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.
Pola keamanan kali ini akan dijadikan simulasi untuk Pemilihan legislatif dan Pemilihan Presiden pada Februari tahun depan.
"Kegiatan Pilkades ini akan menjadi barometer dan pilot proyek pengamanan Pileg dan Pilpres nanti, agar Garut tetap kondusif," ujar Kapolres Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro, saat Gelar Pasukan Pilkades di Mapolres Garut, Minggu, 14 Mei 2023.
Pada Pilkades kali ini terdapat 31 desa yang rawan konflik. Karena itu aparat keamanan memberikan perhatian khusus dengan menempatkan polisi lebih banyak.
Pola pengamanan yang dilakukan yakni menempatkan tiga personil polisi di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Selain itu juga disiapkan 220 personil Brimob Polda Jabar, bila terjadi kekacauan.
Rio juga memerintahkan anggota polisi untuk tidak segan melakukan tindakan tegas bila terjadi aksi yang dapat mengganggu keamanan Pilkades. Karena itu para pejabat polres Garut disebar ke setiap desa yang rawan konflik.
"Saya berjaga di Desa Cimareme, Banyuresmi, Pa Waka di desa Sukajadi Tarogong Kaler dan Pa Kabag Ops di wilayah Selatan. Saya ingin memastikan langsung situasi tetap kondusif," ujar Rio.
Perhelatan demokrasi ini diikuti oleh 306 orang calon kepala desa yang berada di 82 desa yang tersebar di 28 Kecamatan. Mereka akan memperebutkan suara 335.021 orang pemilih di 670 Tempat Pemungutan Suara (TPS).(*)
Baca Juga: Perkuat Transformasi Sumber Daya Manusia, Bank DKI Resmikan Learning Center
Editor: Farhan