SURA GARUT - Kemegahan menara Burj Khalifa yang berdiri kokoh di Dubai, merupakan keajaiban teknik modern.
Menara pencakar langit ini memiliki tinggi 830 meter dengan luas 30M².
Bagaimana bangunan pencakar langit ini berdiri kokoh di tengah pasir di tengah terpaaan badai gurun dan korosi air laut.
Melansir dari kanal Youtube Lesic Indonesia, ada beberapa bagian inti kekuatan dari bangunan ini. Mari kita simak penjelasan singkatnya:
1.Inti Hexagonal
Ibarat manusia,jiwa dari Burj Khalifa ini adalah bangunan bentuk Hexagonalnya.
Inti bangunan hexagonal di yang dibunvkus dinding luar ini adalah pahlawan utama membuat Burj Khalifa
bisa tetap berdiri,menantang petir dan badai gurun di Dubai.
Inti hexagonal yang rampingini dibungkus oleh penopang berbentuk anak tangga.
Penopang ini terispirasi oleh gaya tembok bendungan. Sehingga bangunan inti hexagonal di dalamnya bediri kokoh.
Kemudian merancang fasad kaca besar di penampang . Memberikan pemandangan yang menakjubkan kepada semua hotel dan ruang tamu dari semua sisi.
2. Kolom Mekanik
Jika anda melihat beberapa garis hitam pada desain asli Burj Khalifa
garis tersebut adalah lantai mekanik.
Baca Juga: 4 Siasat Nakal Pasutri Penipu Tiket Konser Coldplay: Beli Akun Twitter hingga Rekening Palsu
Kolom -kolom tersebut memiliki stabiltas yang baik jika dihubungan antar lantai.Lantai sudah kokoh karena terhubung ke selubung inti hexagonal.
Pada atap kolom mekanik berisi sistem pendingin listrik dan udara,tangki air, dan sistem teknik lainnya.
3.Struktur Desain Asimetris
Mengapa para perancang struktur luar biasa ini memilih desain asimetris.
Ketika angin melewati sebuah struktur ia bisa menyebabkan fenomena mekanika fluida yang sangat indah dan berbahaya yang disebut vortex shedding.
Maka dinding bangunan dibuat spiral tersembunyi untuk melepaskan vortex shedding.
Inovasi ini yang berhasil membuat ketinggian Burj Khalifa mencapai 830 m ,padahal awalnya hanya dirana
cang 518m.
4. Pondasi Dialiri Listrik
Rahasia pondasi Burj Khalifa adalah tiang pancang di bawah pondasi.
Kedalamannya sama dengan 10 lantai Burj Khalifa yang berfungsi menahan gaya gesek.
Tiang pancang di bawah pondasi ini dialiri listrik selama 24 jam. Jika tidak air asin dari laut yang rembes akan merusak tulangan tiang pancang
Teknik ini mengadapatasi teori elektrolisis fisika. Prinsip katoda dan anoda pada batere untuk mencegah korosi.
Inilah rahasia kuatnya struktur gedung pencakar langit Burj Khalifa di Dubai hingga kini (*)
Editor: Farhan