SUARA GARUT - Desa Cinta, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dipercaya mewakili Kabupaten Garut untuk mengikuti lomba desa dan kelurahan tingkat Jawa Barat dengan mengandalkan inovasi social enterprise.
“Inovasi itu memang abstrak, tapi kami meski dengan jenjang waktu dua periode, kami sosialisasi membuat harmonisasi dengan lembaga yang ada di Desa kami. Alhamdulillah ada wujud nyata, dari sosial enterprise tersebut," ungkap Kepala Desa Cinta, Gaos Hamdani, Selasa, 6 Juni 2023.
"Buktinya kami bisa membangun jalan yang panjangnya 4000 meter dan lebar 3 meter, itu tanpa ada sepeserpun dibayar tanahnya, jelas itu swadaya murni dari masyarakat itu sendiri," katanya.
Ditambahkannya, bukti lain dari social enterprise yang dikembangkan di pemerintahannya, yakni pembangunan Kantor Desa.
Dengan menghabiskan anggaran Rp1,1 miliar, pihaknya hanya mendapat dana stimulus Rp300 juta dari Pemkab Garut dan Pemprov Jabar. Sedangkan 72 persen berasal dari swadaya.
Kegiatan lomba desa tingkat Jawa Barat yang diprakarsai DPMDESA tersebut, saat ini masuk tahap penilaian administrasi dari tanggal 5-6 Juni 2023 yang dilaksanakan Fave Hotel, Jalan Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Garut yang didampingi Sekdis DPMD, Erwin Rianto Nugraha, menyampaikan, berdasarkan penilaian Tim kabupaten Garut, Desa Cinta dipercaya mewakili lomba desa dan kelurahan tingkat provinsi.
“Nah barusan mengikuti tahapan awal seleksi administrasi, dan ekspos Kepala Desa,” ujar Erwin saat ditemui di Fave Hotel.
Lomba desa dan kelurahan tingkat Jawa Barat yang dilaksanakan di Kabupaten Garut, diikuti beberapa kota atau kabupaten.
Baca Juga: Respon Global Warming, GMC Lakukan Aksi Penanaman Massal Tanaman Buah di Lampung Timur
“Di Garut sendiri saat ini diikuti beberapa kabupaten/kota ya, di antaranya Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kota Bandung, Sumedang dan Garut. Kemudian selain di Kabupaten Garut ada juga yang dilaksanakan di Tasik, Karawang juga Cirebon,” katanya.
Sambung Erwin, kriteria penilaian lomba desa dan kelurahan tingkat Jawa Barat ini dilihat dari beberapa aspek.
Di antaranya segi administratif, administrasi dokumen yang diupload secara online. Sehingga siapa yang cepat dalam sistem tersebut maka ia yang dipanggil.
“Jadi kunjungan dan riceknya nanti di akhir, setelah memenuhi syarat-syarat administrasi yang saat ini sedang dilaksanakan,” jelasnya.
Menurutnya, Desa Cinta mengedepankan konsep pemberdayaan masyarakat dengan sosial enterprice yang luar biasa.
“Meski tidak ada hal yang menonjol akan tetapi kebiasaan yang dilakukan oleh pemerintah desa, itu berjalan. Bukan asal-asalan itu yang jadi ketertarikan Tim penilai barusan,” tuturnya.
Camat Karangtengah, Dudi Suryadi, berharap, terpilihnya Desa Cinta untuk mewakili Kabupaten Garut bisa menjadi pemicu bagi desa-desa di wilayah lain untuk berinovasi.
“Mudah-mudahan selain desa kami, desa yang lain pun bisa termotivasi menjadi percontohan, baik dalam budaya gotong royong seperti di Desa Cinta yang masih tinggi yang terbukti dengan beberapa aspek yang tadi disampaikan,” pungkasnya. (*)
Editor: Firman