SUARA GARUT - Momen Hari Raya Idul Adha artis Dewi Persik yang akrab dipanggil Depe harus ternoda akibat kontroversi yang menyelimuti hewan qurban yang dibeli.
Kekisruhan itu bermula, saat Dewi Persik mengaku hewan qurbanya ditolak mentah-mentah oleh Ketua RT bernama Malkan.
Akan tetapi Malkan sang Ketua RT, justru menyebutkan Dewi Persiklah yang meminta kembali sapi qurban yang telah ia titipkan di mesjib kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Perseteruan Depe dengan Malkan Ketua RT, kian memuncak saat keduanya dipertemukan untuk dimediasi.
Sayangnya, upaya mediasi tersebut batal mencapai kata sepakat, keduanya malah saling melempar masalah, sehingga adu mulutpun sulit dihindari.
Akibatnya upaya mediasi antara Depe dengan Malkan ketua RT terpaksa dihentikan tanpa kata damai sedikitpun.
Sayangnya muncul kabar yang beredar penolakan yang dilakukan Malkan Ketua RT terhadap hewan qurban Depe terkait dengan urusan dunia politik.
Anggapan itu muncul, ketika Depe menyebutkan ada baliho yang isinya terpajang wajah Anis Baswedan dengan Malkan ketua RT setempat.
Sementara Depe sendiri tercata beberapa kali kerap melakukan acara kampanye dari Ganjar Pranowo.
Baca Juga: Cek Harga Bawang, Cabai hingga Daging Sudah Bisa di Laman Bank Indonesia
Tokoh yang juga mengajukan diri sebagai bakal calon Presiden di Pemilu tahun 2024 mendatang.
Meski begitu, Malkan yang terseret persoalan itu, membantah tudingan Depe.
Menurut Malkan wilayah berada di dalam aturan yang dibuatnya, bukan Anis Baswedan, dia juga menyebut bacapres yang diusung Nasdem itu, sama sekali tidak memberi intruksi seperti itu.
"Tidak ada, Pak Anis tidak mengajarkan hal itu kepada saya, beliau tidak ada kaitanya dengan persoalan ini," kata Malkan.
Malkan mengatakan, dirinya mengaku perdamaian harus dimulai dari pihak Depe, lantara dialah yang terlebih dahulu membesar-besarkan masalah ini. (*)