Mixue Bukan Perusahaan FnB ? Ini Alasan dan Penjelasannya

Suara Garut

Rabu, 27 September 2023 | 07:35 WIB
Mixue Bukan Perusahaan FnB ? Ini Alasan dan Penjelasannya
Produk eskrim Mixue. ((Instagram @mixueindonesia))

SUARA GARUT—  Mungkin, banyak orang yang masih menyangka Mixue yang merupakan merek yang menawarkan produk eskrim dan minuman dingin adalah perusahaan yang bergerak di bidang F&B (Food and Beverages) atau kuliner.

Pebisnis muda Indonesia, sekaligus influencer di media sosial, Raymond Chin dalam video di akun Tiktok-nya menyebutkan bahwa Mixue yang berasal dari Tiongkok ini sebenarnya bukanlah perusahaan eskrim atau yang bergerak di sektor F&B murni, melainkan perusahaan supply chain.

Perusahaan supply chain sendiri merupakan perusahaan yang melakukan proses produksi dan penyaluran suatu barang atau produk. Hal tersebut bukan tanpa alasan, apalagi Ray telah mempelajari sekaligus menganalisis laporan keuangan "Mixue".

Hasilnya menunjukkan penghasilan terbesar Mixue bukan dari penjualan produk eskrim. Bahkan, pendapatan hasil menjual eskrim persentasenya di bawah 1 persen. Adapun mayoritas pendapatan mereka berasal dari penjualan bahan baku dan kemasan.

Ia juga menuturkan, beberapa analis pernah mengatakan kalau Mixue terus berkembang seperti sekarang dalam 3-5 mendatang, diperkirakan populasi gerainya berpotensi mengalahkan McDonalds.

Mixue juga menjadi perusahaan eskrim pertama yang sudah memiliki lebih dari 20.000 gerai atau outlet di seluruh dunia.

"Identitas" Mixue sendiri, yaitu menjual produk murah. Namun, nampaknya akan sulit jika ingin meraih pendapatan besar.

Strateginya adalah mereka mempunyai pemikiran atau menerapkan rumus economic of scale— semakin banyak yang memesan eskrim, modal pun akan semakin murah.

Mulai dari situlah Mixue diketahui mulai menjadikannya sebagai perusahaan "franchise and modals" yang sebenarnya bukan perusahaan di bidang F&B. Bahkan, perusahaan tersebut juga tidak berbagi hasil dengan pemilik franchise lainnya.

baca juga

Selama Mixue berdiri telah mengalami berbagai perubahan. Salah satunya, mereka sudah pernah melakukan Fundraising Series A atau penggalangan dana dari investor.

Mixue juga dikabarkan akan mulai melantai di bursa saham da  akan membuka penawaran saham kepada publik atau IPO (Initial Public Offering).

Diperkirakan Mixue akan mencari dana sekitar Rp14 triliun dari IPO itu. Tujuannya, tak lain untuk likuiditas— mencapai kemampuan untuk memenuhi kewajiban atau utang perusahaannya.

Ray juga sudah membedah (laporan) pendapatan Mixue, salah satunya laporan pendapatan bulan Maret hingga Juni 2022. Sebanyak 72 persen pendapatan mereka berasal dari suplai bahan baku dan 15 persen dari pengemasan. Sedangkan dari produk eskrimnya hanya 0,5 persen.

Temuan itulah yang dapat menjadi petunjuk bahwa Mixue ini bukanlah perusahaan "F&B" melainkan perusahaan supply chain. Adapun gaji karyawan yang harus dibayarkan perusahaan supply chain ini hanya sekitar 4 persen dari total pengeluaran.

Mereka menerapkan strategi Extreme Low Cost-Low Price dari awal— masuk ke negara-negara dunia ketiga hingga keempat yang memiliki (potensi) pasar besar dan memiliki pendapatan rata-rata negara yang sedang atau menengah dan rendah.

Produk-produk yang dijual Mixue yang dijual Indonesia sendiri hampir semuanya berada di bawah angka Rp20 ribu. Tentunya, dari harga itu, keuntungan bersihnya pun tipis.

Sadar akan hal tersebut, Mixue dikatakan Ray lebih memilih menjual bahan baku dan mesin kepada para pemilik franchise-nya. Secara otomatis para pemilik franchise harus membeli bahan bakunya dari Mixue.

Alurnya dimulai mereka mencari volume permintaan yang besar didukung bisnis franchise dengan rumus economic of scale- memperkuat pabrik, logistik, dan proses produksi serta penyaluran- menurunkan harga (modal)- mencari pelanggan dan pemilik franchise baru.

Tahapan itu terus Mixue lakukan secara berulang-ulang— volume semakin besar harga semakin turun. Hal tersebut menjadi salah satu faktor Mixue bisa berkembang dengan cepat seperti sekarang.

Tujuan dari strategi itu sendiri adalah untuk penetrasi pasar yaitu mengembangkan pasar yang sudah ada dengan produk yang sudah ada juga sebelumnya. Selanjutnya agar mereka bisa mendapatkan banyak pelanggan.

Dikatakan Ray, jika membahas laba, akan mirip dengan berbagai (perusahaan) start-up yang membakar uang mereka terlebih dahulu dan memasang harga murah di awal. Bukan, tak mungkin Mixue pun menaikkan harga produk kuliner mereka.

Namun, hal itu akan terjadi perlahan dan masyarakat khususnya konsumen tak sadar harga produk eksrim atau minuman yang ditawarkan Mixue (akan) terus naik.

Mixue yang pertama memasuki negara ketiga di Asia Tenggara, yaitu Vietnam yang merupakan negara berpendapatan menengah berkeyakinan, jika di Vietnam bisnisnya berjalan lancar, di Indonesia pun pasti akan sama.

Adapun sistem franchise yang ditawarkan Mixue ini juga unik, tidak menerapkan prinsip bagi hasil. Hasil penjualan produk eskrim dan sejenisnya langsung masuk kepada pemilik franchise. Pun dengan urusan manajemen toko, kasir, dan layanan kebersihan itu diserahkan kepada pemilik franchise.

Namun, desain dan penyedia kebutuhan (kontraktor) wajib dari pihak Mixue dengan durasi kontrak kerja 3 tahun. Seandainya akan memperpanjang kontrak, pemilik franchise hanya tinggal membayar management fee tahunan.

Biaya franchise "Mixue" sendiri sebesar Rp700 jutaan yang terdiri dari deposit Rp40 jutaan, biaya manajemen untuk lokasi di ibukota provinsi Rp24 jutaan dan daerah lain Rp18 jutaan pertahunnya.

Sedangkan, biaya pelatihan untuk 2 orang sekitar Rp3 juta, biaya pembelian mesin dan peralatan kurang lebih Rp170 juta serta biaya renovasi bakal bangunan gerai Rp200-300 juta. Ada juga biaya untuk pembelian bahan baku awal Rp100 jutaan yang diperkirakan cukup untuk 2 pekan.

Dari hal tersebut, disebutkan Ray, semakin menguatkan sebenarnya Mixue bukan perusahaan F&B atau perusahaan eskrim.

Dalam praktiknya pun, Mixue tidak menerapkan aturan jarak atau radius minimun antar gerai, asalkan dalam satu bangunan yang digunakan tidak boleh ada gerai atau bisnis F&B Lain. Misalnya, anda menyewa ruko 2 lantai dan di lantai 1 anda membuka gerai Mixue. Tetapi, di lantai 2-nya tidak boleh digunakan bisnis F&B selain Mixue. 

Dengan strategi bisnis yang diterapkan Mixue, membuktikan bahwa mereka sangat berfokus dan menguatkan pada supply chain bukan murni F&B— Mixue menitikberatkan pada penjualan bahan baku.

Apa yang dijalankan Mixue ini serupa dengan restoran cepat saji McDonalds yang awalnya merupakan perusahaan di bidang properti atau real estate.

Setiap akan membuka cabang baru, mereka membeli tanahnya terlebih dahulu. Lalu pihak yang membuka cabang dapat menyewakannya kepada pemilik franchise lain. Ray juga menyampaikan, strategi bisa diaplikasikan pada bisnis lain. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Catat! Ini 16 Gerai Mixue di Garut Beserta Alamat dan Akun Instagramnya

Catat! Ini 16 Gerai Mixue di Garut Beserta Alamat dan Akun Instagramnya

Garut | Selasa, 26 September 2023 | 10:35 WIB

Kisah Account Officer PNM Mekar yang Sukses Menjadi Pengusaha Muda Setelah Menggeluti Bisnis Kedai Kopi

Kisah Account Officer PNM Mekar yang Sukses Menjadi Pengusaha Muda Setelah Menggeluti Bisnis Kedai Kopi

Garut | Senin, 24 Juli 2023 | 21:59 WIB

6 Tips Jitu Hadapi Berbagai Karakter Konsumen dalam Berbisnis, Simak Ulasannya

6 Tips Jitu Hadapi Berbagai Karakter Konsumen dalam Berbisnis, Simak Ulasannya

Garut | Jum'at, 26 Mei 2023 | 15:02 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×