Piala Dunia 2022 di Qatar sudah dimulai, dan banyak penggila bola berharap ada tim kuda hitam menjadi juara. Apalagi, sejumlah timnas jazirah Arab mampu mengalahkan tim Eropa.
Tapi, sebuah studi terbaru dari sejumlah ilmuwan berkata lain. Dalam penelitian mereka yang dikutip dari Study Finds, peluang paling besar untuk juara Piala Dunia 2022 jatuh pada kekuatan sepak bola klasik: Brasil.
Para ilmuwan yang tergabung dalam tim internasional, melakukan ribuan simulasi menggunakan teknologi pembelajaran mesin alias machine learning, akhirnya memastikan Brasil memiliki peluang 15 persen untuk menjadi kampiun Piala Dunia 2022.
Tim ilmuwan ini, seperti dikutip Gol dari Study Finds, Kamis (24/11/2022), menggabungkan model statistik untuk kekuatan masing-masing tim, dengan informasi mengenai struktur mereka.
Struktur timnas itu berarti mencakup mengenai nilai pasar timnas, jumlah pemain yang bersaing di Liga Champions selama sisa tahun ini.
Simulasi tersebut bahkan memperhitungkan dinamika sosial ekonomi masing-masing negara, termasuk populasi dan PDB.
Namun, tempat pagelaran Piala Dunia 2022—yakni Qatar—yang beriklim gurun membuat lebih banyak kontroversi dan aspek ketidakpastian seputar turnamen.
“Piala Dunia kali ini dibayangi banyak masalah etika dan olahraga yang tidak bisa kita abaikan. Namun demikian, untuk alasan ilmiah, kami telah memutuskan untuk menggunakan pendekatan pembelajaran mesin kami,” kata Achim Zeileis dari Departemen Statistik Universitas Innsbruck yang tergabung dalam tim ilmuwan tersebut.
Achim melanjutkan, “Pendekatan itu kami gunakan dan sukses di turnamen sebelumnya, yakni untuk membuat prakiraan probabilistik.”
Baca Juga: Usai Piala Dunia 2022, Di Mana Lokasi Piala Dunia 2026? Berikut 7 Fakta Menariknya
“Selain masalah etika, ada pula variabel semisal Piala Dunia 2022 digelar pada bulan musim dingin, semua liga besar di Eropa dan Amerika Selatan harus menghentikan jadwal pertandingan.”
Menurutnya, hal tersebut membuat tim nasional lebih sedikit waktu untuk bersiap. Begitu pula para pemain, lebih sedikit waktu untuk pulih sebelum dan sesudah Piala Dunia 2022.
“Variabel itu lantas kami kombinasikan dengan kondisi iklim yang ekstrem di Qatar, hal ini juga meningkatkan risiko cedera," tambah Achim.
Setelah 100.000 simulasi pertandingan demi pertandingan, merujuk pada undian turnamen dan semua peraturan FIFA, para ilmuwan menemukan kemungkinan berbeda bagi setiap tim untuk maju ke fase gugur turnamen.
“Brasil mungkin memiliki peluang terbaik untung jadi juara. Sementara beberapa negara lain masih bisa memburunya,” kata Achim.
Dia menyebutkan, persentase Argentina menjadi juara adalah tertinggi kedua setelah Brasil, yakni 11,2 persen. Diikuti Belanda (9,7%), Jerman (9,2%), dan Prancis (9,1%).