Wasit pertandingan Argentina vs Arab Saudi di Piala Dunia 2022, Slavko Vincic beberapa hari lalu jadi sorotan. Rekam jejak wasit asal Slovenia ini terkuak pasca tiga gol Argentina yang dianulir pada laga tersebut.
Sekarang giliran wasit pertandingan Belgia vs Kanada yakni Janny Sikazwe jadi sorotan. Wasit asal Zambia itu bahkan dituding mengatur hasil akhir pertandingan.
Melansir dari laporan Marca, rekam jejak Sikazwe hampir sama dengan wasit Vincic yang sangat kontroversial,
Masa lalu Sikazwe ini yang membuatnya dianggap mengatur hasil pertandingan Belgia vs Kanada.
Pada laga Belgia vs Kanada, wasit Sikazwe langsung mengambil keputusan kontroversial dengan memberikan hadiah penalti kepada Kanda setelah mendapat laporan VAR.
Untuk keputusan pertama ini sebenarnya putusan Sikazwe tepat, hal ini lantaran pemain Belgia, Yannick Carrasco melakukan handball di area terlarang.
Namun Sikazwe kemudian tak memberikan hadiah penalti pada dua situasi yang dialami pemain Kanada. Pertama saat striker Tajon Buchanan diinjak dengan sengaja oleh Jan Vertonghen pada menit ke-14 di area penalti.
Kedua, saat Richie Laryea dilanggar oleh Axel Witsel pada menit ke-38. Dalam tayangan lambat terlihat dengan jelas Witsel langgar Laryea dengan sengaja.
"Ini adalah kesalahan paling disayangkan di Piala Dunia 2022 sejauh ini. Tim Kanada harusnya mendapat dua penalti lagi jika wasit bisa bersikap adil dan tegas," tulis ESPN.
Baca Juga: Kisah Stephanie Frappart, Wasit Wanita Pertama di Piala Dunia Pria dan Jebolan Liga Champions Eropa
Menariknya, Sikazwe ternyata pernah mendapat skors dari federasi sepak bola Afrika karena diduga terlibat pengaturan skor di Liga Champions Afrika.
Ia juga dikenal sangat kontroversial di Afrika karena sempat mengakhiri pertandingan pada menit ke-86 pada ajang Piala Afrika antara Mali vs Tunisia.
Khusus pada kasus tersebut, Sikazwe membuat putusan lain tak kalah kontroversial. Setelah diprotes pemain kedua tim, Sikazwe melanjutkan pertandingan setelah ditunda selama 25 menit.
Sebuah laporan forensik yang dikutip dari media lokal Afrika disebutkan bahwa Sikazwe diduga mengalami heat stroke yang menyebabkan melakukan kesalahan penanganan pertandingan.