Selama perhelatan Piala Dunia 2022, penjual gorengan utamanya ayam goreng di Korea Selatan (Korsel) panen cuan. Ayam goreng menjadi makanan yang digemari masyarakat Korsel selama menonton Piala Dunia 2022.
Melansir dari laporan ajunews.com, penjualan ayam goreng melonjak drastis selama Piala Dunia 2022. Menurut salah satu penjual ayam goreng di Seoul, omset mereka dalam satu hari bisa tiga kali lipat.
"Toko serba ada dan penjual ayam goreng menikmati Piala Dunia. Warga berbondong-bondong untuk membeli ayam goreng," tulis media Korsel tersebut.
Namun di tengah penjual ayam goreng yang gembira karena mendapat untung besar selama Piala Dunia 2022, hal berbeda dialami penjual makanan lain.
Salah satu pemilik toko burger di Seoul sangat berharap Piala Dunia 2022 segera berakhir. Ia mengaku omsetnya menurun drastis selama Piala Dunia 2022.
"Saya hanya menjual satu kotak pada hari ini. Setiap ada pertandingan Korsel, penjualan kami sangat pahit," ucap pemilik toko burger tersebut.
"Jika kamu melihat aplikasi online, peringat 1 sampai 10 semuanya adalah restoran ayam. Semua toko sekarang membuka gerai ayam goreng," lanjutnya.
"Saya harap Piala Dunia segera berakhir. Saya akan mati kelaparan jika kondisinya begini terus," harapnya.
Menurut laporan media Korsel tersebut, binis ayam goreng bisa melonjak 160-297 persen selama perhelatan Piala Dunia 2022. Angka ini sangat tinggi dibanding sebelum event di Qatar.
Diperkirakan omset penjualan ayam goreng akan meledak saat pertandingan antara Portugal vs Korsel pada 2 Desember 2022. Jika mampu mengalahkan Portugal, Korsel akan melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2022.