Pro kontra soal Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 masih menghangat. Meski banyak yang mengkritik, bisa dibilang Qatar cukup sukses menghelat Piala Dunia 2022.
Setelah Qatar sebagai negara di Timur Tengah pertama yang jadi tuan rumah Piala Dunia, muncul rumor Arab Saudi bakal mencalonkan diri sebagai tuan rumah di edisi 2030.
Rumor yang berkembang, Arab Saudi akan mencalonkan diri sebagai tuan rumah bersama Mesir dan Yunani. Wacana yang dimunculkan Piala Dunia 2030 akan berlangsung di tiga negara seperti edisi 2026.
Pada edisi 2026, Piala Dunia akan berlangsung di tiga negara yakni Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada.
Namun rumor soal Arab Saudi menjadi tuan rumah di Piala Dunia 2030 dibantah pihak pemerintah.
Menurut Kementerian Pariwisata Arab Saudi, negara mereka tidak mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia.
Arab Saudi tengah fokus untuk menjadi tuan rumah Asia Winter Games 2029, seri Formula 1 dan sejumlah pertandingan tinju internasional.
"Arab Saudi tidak memiliki tawaran resmi untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA," ucap juru bicara Kementerian Pariwisata kepada Bloomberg.
"Arab Saudi selalu menantikan untuk menjadi tuan rumah sejumlah olahraga besar sebagai bagian dari promosi olahraga dan pariwista, sejalan dengan visi kami di 2030," tambahnya.
Baca Juga: Pasar Kripto Melonjak di Piala Dunia 2022, Koin Messi Merosot, Koin Ronaldo Meroket
Sebelumnya, media Yunani dan sejumlah surat kabar Mesir menyebutkan bahwa wacana tiga negara menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 sejak Agustus 2022.
Selain itu media Inggris, The Telegraph juga melaporkan keinginan putra mahkota Arab, Mohammed Bin Salman untuk mendorong negaranya menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030.
Untuk bisa menjadi tuan rumah di Piala Dunia 2030, Arab Saudi sedang merancang ke sana, dengan salah satunya mendatangkan Crisstiano Ronaldo dan Lionel Messi ke klub Arab Saudi.