Obat Kesuburan Tak Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Ririn Indriani Suara.Com
Rabu, 09 April 2014 | 19:23 WIB
Obat Kesuburan Tak Meningkatkan Risiko Kanker Payudara
Ilustrasi minum obat atau suplemen. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Penggunaan obat untuk meningkatkan kesuburan perempuan masih kontroversial.

Salah satu risiko menggunakan obat ini adalah peningkatan risiko kanker payudara. Benarkah?

Penelitian yang dilakukan oleh National Cancer Institute di Bethesda, Maryland, Amerika Serikat menyangkal anggapan tersebut.

Mereka melakukan studi terhadap hampir 10.000 perempuan yang menggunakan obat kesuburan dan memonitor perkembangan mereka selama 30 tahun.

Hasil penelitian itu kemudian dibandingkan dengan risiko kanker pada perempuan yang tidak mengonsumsi obat kesuburan.

Dari penelitian itu diketahui bahwa 38 persen dari peserta menggunakan obat Clomiphene, sedangkan 10 persen lainnya mengonsumsi gonadotropin. Namun laporan itu tidak menjelaskan tentang penggunaan obat lain.

Dari 9.892 perempuan yang diteliti selama 1965 hingga 1988, terdapat 749 kasus kanker payudara. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara penggunaan obat kesuburan dengan risiko kanker payudara.

Dr Louise Brinton yang melakukan penelitian sekaligus menjabat sebagai Kepala Hormonal and Reproductive Epidemiology dari National Cancer Institute mengatakan bahwa hasil penelitian ini sangat menenangkan kaum perempuan yang khawatir menggunakan obat kesuburan.

"Kekhawatiran muncul karena obat ini dapat meningkatkan persentase ovulasi yang meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh. Kondisi ini dianggap bisa meningkatkan risiko kanker payudara," kata Brinton kepada Reuters.

Dr Kurt Barnhart, presiden dari  Society for Reproductive Endocrinology and Infertility mengatakan bahwa temuan studi ini mungkin mendukung perempuan yang sedang hamil tetapi takut untuk mengikuti terapi kesuburan karena risiko kanker payudara.

"Dengan penelitian ini dapat dipastikan bahwa perempuan yang tidak subur dan ingin minum obat kesuburan dapat melakukannya tanpa harus takut risiko kanker payudara," imbuhnya.

Meski begitu, Brinton menegaskan bahwa penelitian ini tidak dimaksudkan untuk meremehkan pentingnya skrining kanker payudara. Dia menambahkan bahwa para peserta dalam penelitian ini berusia 50 tahun, usia di mana gejala kanker payudara pertama kali muncul.

Dalam penelitian sebelumnya juga diketahui bahwa in vitro fertilization (IVF) atau program bayi tabung tidak meningkatkan risiko kanker payudara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI