Kanker Paru Pembunuh Terbesar Perempuan di Negara Maju

Ririn Indriani

Kamis, 05 Februari 2015 | 17:21 WIB
Kanker Paru Pembunuh Terbesar Perempuan di Negara Maju
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Laporan baru telah mengungkapkan bahwa kanker paru-paru telah menjadi alasan terbesar untuk kematian perempuan akibat kanker di negara-negara maju.

Sebuah analisis baru yang dipimpin oleh para peneliti di American Cancer Society bekerja sama dengan Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) melaporkan angka perokok perempuan melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir ini. Inilah yang menyebabkan mengapa kasus kanker paru pada perempuan di negara maju juga mengalami peningkatan drastis.

Seperti diketahui, kanker paru-paru telah menjadi kanker pembunuh utama bagi lelaki selama beberapa dekade ini. Dan kini mulai menyerang pula pada kaum perempuan yang merokok.

"Kami sekarang melihat kematian akibat kanker paru-paru. Ini karena kenaikan aktivitas merokok pada perempuan ketimbang tiga dekade lalu,” kata Lindsey Torre dari American Cancer Society.

Kanker kini merupakan beban yang sangat besar pada masyarakat baik di negara maju maupun berkembang. Kasusnya semakin hari semakin meningkat karena pertumbuhan dan penuaan penduduk, serta meningkatnya prevalensi faktor risiko yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi seperti merokok, kelebihan berat badan, kurangnya aktivitas fisik, dan mengubah pola reproduksi.

Lebih lanjut Torre menyebutkan bahwa secara global ada sekitar 14 juta kasus kanker baru dan 8 juta kematian akibat kanker pada 2012, tahun terakhir di mana angka itu tercatat.

"Negara-negara berkembang menyumbang 57 persen kasus kanker dan 65 persen dari kematian akibat kanker," imbuhnya.

Pada lelaki, lanjut Torre, kanker paru-paru telah menjadi penyebab utama kematian karena kanker secara global selama beberapa dekade. Sementara di negara-negara berkembang, kanker payudara masih menjadi kanker pembunuh utama bagi perempuan. Kanker usus besar juga telah tumbuh sebagai penyebab kematian di seluruh dunia.

Sedangkan kanker prostat dan payudara adalah kanker paling umum yang terjadi pada lelaki dan perempuan di negara-negara maju.

Para penulis juga melaporkan bahwa sejumlah kanker yang dulunya langka di negara-negara berkembang, kini menjadi semakin umum terjadi lantaran sebagian masyarakat di negara berkembang banyak yang mengadopsi gaya hidup Barat yang cenderung tak sehat itu. (Zeenews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menkes Canangkan Komitmen Penanggulangan Kanker di Indonesia

Menkes Canangkan Komitmen Penanggulangan Kanker di Indonesia

Health | Rabu, 04 Februari 2015 | 13:00 WIB

Indonesia Kekurangan Dokter Spesialis Kanker Anak

Indonesia Kekurangan Dokter Spesialis Kanker Anak

Health | Rabu, 04 Februari 2015 | 20:18 WIB

2030, Kasus Kanker Diprediksi Meningkat Dua Kali Lipat

2030, Kasus Kanker Diprediksi Meningkat Dua Kali Lipat

Health | Rabu, 04 Februari 2015 | 15:14 WIB

Cara Mudah dan Praktis Mencegah Kanker

Cara Mudah dan Praktis Mencegah Kanker

Health | Rabu, 04 Februari 2015 | 16:11 WIB

Terkini

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:43 WIB

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:38 WIB

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:29 WIB

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Emiten VICI Perluas Peluang Ekspor ke Jepang

Emiten VICI Perluas Peluang Ekspor ke Jepang

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:04 WIB

×