Studi: Pelihara Anjing Menyehatkan Usus Manusia

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Selasa, 24 Maret 2015 | 06:48 WIB
Studi: Pelihara Anjing Menyehatkan Usus Manusia
Ilustrasi memelihara anjing. (Shutterstock)

Suara.com - Selama ini anjing dikenal sebagai binatang peliharaan yang sangat akrab dengan manusia, karena bisa dijadikan sahabat sekaligus pelindung.

Bahkan penelitian sebelumnya menunjukkan anjing  dapat dijadikan terapi bagi anak autis dan mampu mendeteksi penyakit tertentu. Dan kini, penelitian terbaru yang dilakukan University of Arizona juga  menemukan manfaat yang tak kalah menakjubkan dari memelihara anjing.

Manfaat seperti apakah itu? Para ilmuwan menemukan bahwa mikroba yang bersembunyi di usus hewan karnivora ini memiliki efek probiotik pada tubuh pemiliknya. Untuk mendapatkan temuan tersebut, peneliti memfokuskan studi untuk mencari tahu hubungan antara anjing dengan kesehatan orang lanjut usia (lansia).

Salah satu volunteer yang menguasai antropologi  memaparkan bahwa manusia dan anjing telah berevolusi selama ribuan tahun dan memiliki hubungan yang baik. Mereka yakin bahwa hubungan antara manusia dan anjing tak hanya sekadar pemilik dan hewan peliharaan saja. Dan temuan mereka pun sangat mengejutkan, bakteri pada anjing ternyata berimbas baik untuk kesehatan sang pemilik.

"Sistem pencernaan manusia adalah rumah bagi lebih dari 500 jenis bakteri, bakteri baik dan ataupun bakteri jahat. Probiotik atau yang sering disebut sebagai bakteri baik karena telah membantu menjaga usus tetap sehat, melancarkan proses pencernaan, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh," kata dokter Kim Kelly selaku peneliti utama.

Efek probiotik biasa ditemukan pada makanan seperti yoghurt atau suplemen. Dokter Kelly dan tim dari University San Diego kemudian meninjau apakah bakteri pada usus anjing bisa berperan seperti sumber probiotik diatas yang mendorong pertumbuhan mikroorganisme yang positif dalam usus manusia dan cukup untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental bagi para lansia.

"Kita tahu bahwa tidak semua bakteri baik. Kita juga bisa menjadi sakit dari konsumsi 'bakteri jahat', dan obat-obatan modern yang pernah ada," kata dokter Charles Raison, penulis utama lainnya.

Menindaklanjuti temuan ini, peneliti akan melakukan studi lanjutan untuk mengevaluasi perubahan positif pada usus anjing maupun pemiliknya. Pada awal penelitian, para ilmuwan akan mengevaluasi bakteri usus peserta manusia, pola makam, aktivitas fisik dan sistem kekebalan tubuh. Pada saat yang sama, bakteri usus dan tingkat aktivitas fisik anjing juga akan diukur. (Daily Mail)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Memelihara Anjing Bisa Jadi Terapi bagi Anak Autis

Memelihara Anjing Bisa Jadi Terapi bagi Anak Autis

Health | Selasa, 29 April 2014 | 10:38 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB