Obat Penurun Kolesterol Bikin Perempuan Lebih Agresif?

Ririn Indriani | Suara.com

Minggu, 05 Juli 2015 | 14:02 WIB
Obat Penurun Kolesterol Bikin Perempuan Lebih Agresif?
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Para ilmuwan mengklaim bahwa obat penurun kolesterol, statin, yang diminum ratusan orang dapat meningkatkan sifat menyerang pada perempuan.  

Sebaliknya, berdasarkan hasil penelitian yang melibatkan 1.000 orang tersebut menunjukkan bahwa obat tersebut justru cenderung menurunkan sifat kasar pada laki-laki.

Para Ilmuwan di Universitas California, San Diego School of Medicine, memulai penelitian tersebut mengingat keterkaitan sebelumnya antara statin dan sifat lekas marah serta kekerasan tidaklah konsisten.

Peneliti uatama Beatrice Golomb, profesor kedokteran mengatakan, penelitian itu terpicu penelitian sebelumnya yang dilakukan hanya pada laki-laki menunjukkan bahwa obat penurun kolesterol telah meningkatkan risiko "aksi kekerasan" pada laki-laki.

Beatrice mengatakan: "Ada laporan dari beberapa orang yang sering mengalami mudah marah atau kekasaran saat mengkonsumsi statin." "Kami ingin punya pemahaman yang lebih baik bagaimana statins mungkin menpengaruhi sifat kasar."

Dalam studi tersebut, sebanyak 1.000 laki-laki dan perempuan pasca-menopause diminta meminum satu dari dua statin; simvastatin atau pravastatin, atau pengobatan plasebo selama enam bulan.

Baik peneliti maupun partisipan percobaan tak ada yang tahu siapa yang menerima obat atau yang menerima pengobatan placebo.

Merek diminta menulis diary interaksi mereka dengan orang lain. Catatan itu kemudian dianalisa dan dinilai untuk julah perilaku agresif terhadap orang lain, dirinya sendiri atau pun obyek pada minggu sebelumnya.

Para peneliti juga mengukur dua faktor utama yang dikaitkan dengan sifat kasar: tingkat hormon testoteron dan masalah tidur-keduanya diketahui terpengaruh simavastatin. Penelitian menemukan jenis kelamin terpenegaruhi secara berbeda.

Perempuan pasca-menopause ditemukan mengalami peningkatan sifat kasar, dengan dampak "lebih kuat pada perempuan yang memulai dengan agresi yang rendah."

Efek pada laki-laki lebih kompleks-tiga partisipan laki-laki menunjukkan "peningkatan agresi yang sangat banyak."

Namun ketiga laki-laki itu dikeluarkan dari analisa, ada penurunan perilaku agresif yang signifikan pada lelaki. Profesor Golomb mengatakan penurunan sangat kuat terjadi pada lelaki yang lebih muda, di mana pada umumnya, mereka cenderung lebih agresif.

Para peneliti menemukan bahwa setetes simvastatin pada testoteron berhubungan dengan banyak tetesan pada perilaku agresif.

Dua dari tiga laki-laki yang mengembangkan perilaku sangat agresif ditemukan mengalami masalah tidur yang lebih buruk saat mengonsumsi simvastatin – dan gangguan tidur dianggap menjadi alasan yang mungkin untuk perubahan itu. (Daily Mail)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Turunkan Kolesterol dengan Rajin Mengonsumsi Yogurt

Turunkan Kolesterol dengan Rajin Mengonsumsi Yogurt

Health | Rabu, 22 April 2015 | 19:58 WIB

Studi: Brokoli Versi Baru Ini Turunkan Risiko Darah Tinggi

Studi: Brokoli Versi Baru Ini Turunkan Risiko Darah Tinggi

Health | Senin, 13 April 2015 | 08:05 WIB

Studi: Makan Sebutir Telur Sehari Bisa Cegah Diabetes

Studi: Makan Sebutir Telur Sehari Bisa Cegah Diabetes

Health | Senin, 06 April 2015 | 09:55 WIB

Makan Alpukat Setiap Hari Turunkan Kolesterol

Makan Alpukat Setiap Hari Turunkan Kolesterol

Health | Senin, 23 Februari 2015 | 07:42 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB