Sudah 32.860 Warga Sumsel Derita ISPA Akibat Asap

Ardi Mandiri

Kamis, 08 Oktober 2015 | 22:47 WIB
Sudah 32.860 Warga Sumsel Derita ISPA Akibat Asap
Ilustrasi kabut asap. (Antara)

Suara.com - Penderita penyakit infeksi saluran pernapasan akut (SIPA) di Sumatera Selatan akibat asap kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau 2015 ini terus meningkat.

Berdasarkan data dalam tiga bulan terakhir jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di provinsi ini mencapai 32.860 orang, kata Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nurainy di Palembang, Kamis (8/10/2015).

Dia menjelaskan, pada Oktober 2015 ini saja telah terjadi penambahan penderita ISPA yang cukup banyak yakni mencapai 6.398 orang.

Berdasarkan data sebelumnya, pada September 2015 penderita ISPA di provinsi yang memiliki 17 kabupaten dan kota itu tercatat 26.462 orang dari jumlah itu sebanyak 15.474 penderita merupakan warga Palembang.

Melihat perkembangan jumlah penderita ISPA yang cukup cepat pada bulan ini yang dalam sepekannya sebanyak 6.398 orang, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesehatan dan perlindungan diri dari polusi udara yang kini berada pada level berbahaya, katanya.

Menurut dia, penderita ISPA paling banyak berada di Palembang karena merupakan Ibukota Provinsi Sumsel dengan jumlah penduduk yang lebih banyak dari daerah lainya serta berada di antara Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin yang mengalami kebakaran hutan dan lahan paling parah.

Untuk mencegah penderita ISPA agar tidak terus meningkat, pihaknya terus berupaya melakukan berbagai tindakan pencegahan seperti membagikan masker kepada masyarakat secara gratis.

Dalam kondisi udara diselimuti kabut asap sekarang ini, petugas dinas kesehatan diturunkan ke jalan dan sejumlah pusat kegiatan masyarakat membagikan masker untuk mencegah terhirup udara yang tercemar polusi asap dan abu sisa pembakaran yang dapat menyebabkan penyakit ISPA.

"Guna melindungi masyarakat dan mencegah peningkatan penderita penyakit ISPA, kami turun ke tengah-tengah masyarakat untuk membagikan ribuan masker secara gratis, dan meningkatkan kesiagaan petugas medis di tingkat Puskesmas hingga rumah sakit," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bentuk Panja, Komisi IV Cari Perusahaan yang Terlibat Pembakaran

Bentuk Panja, Komisi IV Cari Perusahaan yang Terlibat Pembakaran

News | Kamis, 08 Oktober 2015 | 20:43 WIB

Atasi Kabut Asap, Indonesia Kerahkan 25 Pesawat

Atasi Kabut Asap, Indonesia Kerahkan 25 Pesawat

News | Kamis, 08 Oktober 2015 | 21:36 WIB

Unik, Cara Orang Singapura Ini Bantu Atasi Kebakaran di Indonesia

Unik, Cara Orang Singapura Ini Bantu Atasi Kebakaran di Indonesia

News | Kamis, 08 Oktober 2015 | 19:34 WIB

Akibat Kabut Asap, Ribuan Nelayan Terjerat Utang

Akibat Kabut Asap, Ribuan Nelayan Terjerat Utang

News | Kamis, 08 Oktober 2015 | 13:21 WIB

Terkini

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:36 WIB

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:30 WIB

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:23 WIB

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:16 WIB

Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan

Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya

Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai

Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:46 WIB

HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut

HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:40 WIB

Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam

Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Tersembunyi di Hutan Rengasdengklok, Kisah Rumah Djiauw Kie Siong Jadi Bagian Sejarah Proklamasi

Tersembunyi di Hutan Rengasdengklok, Kisah Rumah Djiauw Kie Siong Jadi Bagian Sejarah Proklamasi

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:30 WIB

×