Ini Risikonya Jika Terlalu Sering Menggunakan Sabun Antiseptik

Esti Utami | Firsta Nodia
Ini Risikonya Jika Terlalu Sering Menggunakan Sabun Antiseptik
Ilustrasi perempuan mandi. [Shutterstrock]

Bakteri baik yang bermanfaat untuk kulit ikut mati.

Penggunaan sabun antibakteri makin diminati karena manfaatnya dalam membunuh kuman dan bakteri penyebab berbagai masalah kesehatan. Tapi tahukah Anda bahwa menggunakan sabun anti bakteri tak selamanya baik bagi tubuh?

Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin RSIA Bunda, dr. Rachel Djuanda, kulit tidak hanya menjadi tempat tumbuhnya bakteri jahat, tapi juga bakteri baik yang bermanfaat untuk tubuh. Sayangnya, sifat antibakteri dalam sabun membunuh kedua jenis bakteri ini.

"Saya sebagai dokter spesialis kulit tidak merekomendasikan penggunaan sabun antiseptik setiap hari. Karena kulit pada dasarnya punya mekanisme pertahanan sendiri terhadap bakteri jahat, tidak perlu dibasmi terus-terusan karena bakteri yang baik ikutan mati," ujarnya pada temu media 'Penanganan Dermatitis Atopic yang dihelat Soho Global Health' di Jakarta, Selasa (15/12/2015).

Lebih lanjut ia menambahkan, jika kulit terus-terusan dibombardir dengan sabun antiseptik maka bisa merusak kulit yang ditandai dengan kondisi kulit yang kering.

"Antiseptik mengandung enzim protease yang menghancurkan protein kulit sehingga kulit menjadi rusak. PH-nya yang cenderung basa juga memicu kondisi kulit yang kering," imbuhnya.

Lalu kapan waktu yang tepat untuk menggunakan sabun anti bakteri? Dr Rachel menyebut bahwa sabun anti bakteri aman digunakan pada kondisi ketika tubuh dalam keadaan kotor dan bukan untuk penggunaan sehari-hari.

"Sebaiknya jangan untuk sehari-hari. Sesekali aja ketika kita benar-benar kotor. Selebihnya gunakan sabun yang melembabkan," jelasnya.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS