Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya

Vania Rossa | Suara.com

Selasa, 30 Desember 2025 | 22:38 WIB
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
Ilustrasi memilih popok bayi. (pexels/Rene Terp)
  • Memilih popok bayi yang tepat penting untuk menjaga kulit tetap sehat dan nyaman.
  • Popok harus sesuai ukuran, menyerap cairan dengan baik, dan cocok untuk fase pertumbuhan bayi.
  • Tips pakar juga menekankan sirkulasi udara dan perlindungan ekstra untuk mencegah ruam dan iritasi.

Suara.com - Perawatan bayi membutuhkan perhatian yang cermat, tidak hanya soal gizi dan stimulasi, tetapi juga perlengkapan harian yang digunakan. Salah satu kebutuhan paling mendasar adalah popok bayi.

Meski terlihat sederhana, pemilihan popok yang tepat memegang peranan penting dalam menjaga kenyamanan dan kesehatan kulit bayi. Popok yang kurang sesuai bisa menyebabkan iritasi, ruam, ketidaknyamanan saat tidur, bahkan gangguan pada aktivitas bayi sehari-hari.

Menurut riset terbaru, lebih dari 75 persen bayi di Indonesia mulai menggunakan popok sejak minggu pertama kelahiran. Sayangnya, banyak orangtua masih menghadapi kesulitan dalam memilih popok yang sesuai dengan fase pertumbuhan bayi. Ukuran yang tidak pas, daya serap rendah, atau bahan yang kurang ramah kulit dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan kulit.

Dr. Ade Jubaedah, Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI), menekankan pentingnya edukasi bagi para ibu.

“Pemilihan popok yang tepat adalah langkah awal untuk memastikan bayi tetap nyaman dan kulitnya sehat. Orangtua harus memahami ukuran, daya serap, dan tipe popok yang sesuai dengan usia dan aktivitas bayi,” ujarnya.

Bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional pada November 2025, PT Uni-Charm Indonesia Tbk (Unicharm) menggandeng IBI untuk memberikan edukasi langsung kepada ibu-ibu di Kabupaten Bogor. Kegiatan yang bertajuk “Popok Tepat, Kulit Sehat, Bayi Bahagia Bersama MamyPoko” ini menghadirkan ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu dengan balita untuk mendapatkan pemahaman praktis dalam memilih popok yang aman dan nyaman.

Acara ini tidak hanya membahas teori, tetapi juga melibatkan praktik langsung dan layanan posyandu terpadu. Para peserta mendapat pemeriksaan kesehatan balita, cek kehamilan bagi ibu hamil, imunisasi, serta screening anemia defisiensi zat besi. Dengan demikian, edukasi pemilihan popok berjalan seiring dengan perhatian pada kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh.

peringatan Hari Kesehatan Nasional pada November 2025. (Dok. Unicharm)
peringatan Hari Kesehatan Nasional pada November 2025. (Dok. Unicharm)

Sri Haryani, Direktur Unicharm, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi perusahaan untuk mendukung kesejahteraan ibu dan anak di Indonesia.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap bayi mendapatkan perlindungan terbaik melalui popok yang berkualitas, aman, dan nyaman, sekaligus memberikan rasa tenang bagi para orangtua. Edukasi ini merupakan langkah penting untuk mewujudkan bayi yang bahagia dan kulit yang sehat,” ungkapnya.

Selain itu, pemilihan popok yang tepat juga memperhatikan fase pertumbuhan bayi. Popok tipe perekat ideal untuk bayi baru lahir yang belum banyak bergerak, sementara popok tipe celana lebih cocok untuk bayi yang sudah mulai merangkak atau berjalan.

Sirkulasi udara yang baik dan bahan tambahan seperti organic cotton atau coconut oil turut mendukung kesehatan kulit bayi, terutama di iklim tropis yang panas dan lembap.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa perawatan bayi yang baik tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memerlukan pemahaman yang tepat terhadap produk yang digunakan sehari-hari. Melalui edukasi dan layanan kesehatan yang terpadu, para orangtua dapat membuat keputusan lebih cerdas, sehingga bayi tetap nyaman, kulitnya terjaga, dan tumbuh kembangnya optimal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Balik Duka Banjir Sumatera: Mengapa Popok Bayi Jadi Kebutuhan Mendesak di Pengungsian?

Di Balik Duka Banjir Sumatera: Mengapa Popok Bayi Jadi Kebutuhan Mendesak di Pengungsian?

Health | Minggu, 14 Desember 2025 | 14:56 WIB

Soal Popok Bayi Kena Cukai, DJBC Buka Suara

Soal Popok Bayi Kena Cukai, DJBC Buka Suara

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 14:42 WIB

Menkeu Purbaya Kaji Popok Bayi, Tisu Basah, Hingga Alat Makan Sekali Pakai Terkena Cukai

Menkeu Purbaya Kaji Popok Bayi, Tisu Basah, Hingga Alat Makan Sekali Pakai Terkena Cukai

Bisnis | Jum'at, 07 November 2025 | 13:35 WIB

Terkini

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB