Bocah Tanpa Anus di Mamuju Utara Butuh Bantuan

Ardi Mandiri

Sabtu, 26 Desember 2015 | 05:12 WIB
Bocah Tanpa Anus di Mamuju Utara Butuh Bantuan
Ilustrasi dokter dan stetoskop. (Shuttterstock)

Suara.com - Seorang bocah penderita tanpa Anus, Junaedi (10) yang bermukim di Dusun Maju Jaya, Desa Pajalele, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat, kini mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban biaya pengobatannya.

"Penyakit bawaan sejak lahir anak kami semakin memburuk. Kami tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk kesembuhan putranya," kata ibu kandung korban, Rabiah di Matra, Jumat (25/12/2015).

Menurutnya, kondisi kesehatan putranya semakin turun dan bahkan mulai terlihat kurus dan lemas. Bahkan, nafasnya pun terlihat teramat sesak.

"Derita yang menimpa putra kami sangatlah berat menanggung derita selama 10 tahun tanpa lobang Anus, atau dalam istilah medis disebut penyakit Atresia Ani.

Rabiah mengaku hanya bisa pasrah menerika kenyataan yang menimpa putranya, karena untuk berobat secara medis maka ia tak mampu membayar beban biayanya.

"Saya hanya berfrofesi penjual sayur dan ayahnya hanya bekerja sebagai kulih bangunan dengan penghasilan pas-pasan untuk menutupi biaya hidup keluarganya," kata Rabiah yang kini telah memiliki tujuh anak itu.

Untuk bertahan hidup putranya kata dia, maka dokter yang menanganinya sejak lahir mengeluarkan usus pembuangan makanannya melalui perut bagian atasnya, dibagian ujung usunya diikatkan sebuah kantung plastik agar kotoran yang keluar tidak meluber kemana-kemana.

Upaya operasi pembuatan lobang anus, sudah pernah dilakukan namun belum tuntas karena biaya operasi yang begitu mahal.

Karena itu kata dia, ia sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah dan para dermawan guna menuntaskan proses operasi tersebut.

Rabia mengatakan,operasi awal yang dilakukan untuk membuat lobang anus itu juga karena adanya santunan biaya dari para sanak keluarga dan tentangganya.

"Operasi awal dilangsungkan di salah satu rumah sakit di Makassar, Sulsel. Untuk melanjutkan operasi susulan maka biaya yang dibutuhkan tidak sedikit, sebab selain untuk biaya rumah sakit sendiri, juga untuk biaya transportasi serta akomodasi selama berada di Makassar," terangnya dengan mata berkaca-kaca.

Rabia menambahkan bahwa, ia sangat ingin melihat anaknya tersebut hidup normal seperti anak-anak lainnya dan bisa mengecap bangku pendidikan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gelar Pasukan Pengamanan Natal dan Tahun Baru

Gelar Pasukan Pengamanan Natal dan Tahun Baru

Foto | Rabu, 23 Desember 2015 | 11:43 WIB

Serangan Udara Rusia di Suriah Diprediksi Tewaskan 36 Orang

Serangan Udara Rusia di Suriah Diprediksi Tewaskan 36 Orang

News | Senin, 21 Desember 2015 | 08:03 WIB

Meski Operasi Plastik, Jejak Tersangka Penggelapan Tetap Terendus

Meski Operasi Plastik, Jejak Tersangka Penggelapan Tetap Terendus

News | Jum'at, 18 Desember 2015 | 19:51 WIB

150 Ribu Personel Polri dan TNI Akan Amankan Natal dan Tahun Baru

150 Ribu Personel Polri dan TNI Akan Amankan Natal dan Tahun Baru

News | Kamis, 17 Desember 2015 | 18:06 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×