-
Erick Thohir menegaskan Timnas Indonesia masih berpeluang besar lolos ke final FIFA ASEAN Cup.
-
PSSI mengapresiasi kerja keras pemain yang menahan imbang Malaysia walau bermain dengan 10 orang.
-
Laga penentu melawan Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno wajib dimenangi Skuad Garuda.
Suara.com - Asa Timnas Indonesia melenggang ke partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026 tetap membara meski langkah mereka sempat tertahan oleh Malaysia. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa peta persaingan grup masih sangat terbuka bagi Indonesia untuk mengunci status juara grup.
Dukungan penuh diberikan federasi kepada jajaran pelatih dan pemain yang telah memeras keringat di tengah gempuran kritik publik. Erick Thohir menilai tekanan tinggi dari para pendukung merupakan hal biasa yang dialami juru taktik di kawasan Asia Tenggara.
"Saya rasa kalau kita lihat pelatih Thailand, pelatih Malaysia, pelatih Vietnam pasti juga penuh kritik," kata Erick Thohir.

"Memang sepak bola seperti itu, cukup kejam. Tapi itulah konsekuensi memegang hal dan pimpinan seperti itu," katanya.
Perjuangan spartan ditunjukkan para pemain saat berhasil memaksakan skor imbang tanpa gol meski kalah jumlah pemain sejak babak pertama.
Ketangguhan mental bertanding anak asuh John Herdman teruji nyata setelah Thom Haye dihukum kartu merah pada menit ke-37.
"Tapi kalau saya lihat dalam konteks yang saya lihat kemarin, dengan pemain kurang satu, pemain-pemain kita harus kita apresiasi. Mereka terbang jauh, bertanding jauh, dan memberikan kekuatan semaksimal mungkin," kata Erick.
Pria yang juga menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga RI tersebut menggarisbawahi pentingnya menjaga fokus penuh pada pertandingan pemungkas.
Kemenangan dengan skor meyakinkan atas Bangladesh menjadi syarat mutlak untuk memastikan posisi teratas di papan klasemen akhir.
Kewaspadaan tinggi wajib dijaga mengingat kejutan kerap terjadi sepanjang perjalanan turnamen musim ini.
"Tinggal bagaimana nanti lawan Bangladesh kita tidak boleh anggap remeh. Tadi Pakistan lawan Filipina saja 2-2. Padahal sebelumnya kita pikir hampir Filipina menahan Vietnam 1-1," katanya.
Partai penentuan grup bakal dihelat secara serentak di dua lokasi berbeda pada Kamis (1/10/2026) mendatang.
Indonesia dijadwalkan menjamu Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, sementara Singapura berduel melawan Malaysia di Stadion Si Jalak Harupat.
"Artinya Bangladesh juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Kita harus fight dan mudah-mudahan Malaysia dan Singapura juga fight sama-sama. Kita lihat nanti hasilnya," kata Erick.
Dukungan tanpa henti dari puluhan ribu suporter di stadion diharapkan menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk mengamankan poin penuh.