Gangguan Penglihatan Akibat Sinar Mentari Tak Bisa Dipulihkan

Rabu, 09 Maret 2016 | 20:05 WIB
Gangguan Penglihatan Akibat Sinar Mentari Tak Bisa Dipulihkan
Ilustrasi. (shutterstock)

Suara.com - Imbauan untuk menghindari menatap matahari tak hanya berlaku saat gerhana matahari total. Dalam kondisi normal pun, hal yang sama juga disarankan untuk tidak menatap matahari secara langsung untuk mengantisipasi dampak gangguan penglihatan yang disebabkan oleh paparan sinar matahari secara berlebihan.

Dokter spesialis mata, Rumita Kadarisman, gangguan penglihatan akibat paparan sinar matahari ini tak dapat dipulihkan. Dokter hanya memberikan diagnosis terkait kerusakan organ mata yang dialami pasien usai menatap sinar matahari secara langsung.

"Memang belum ada terapi efektif untuk mengatasi gangguan penglihatan akibat solar eclipse retinopathy ini. Jadi ketika pasien menceritakan keluhannya, kami mendiagnosis jenis kerusakan mata yang diderita, seberapa parah kerusakannya," ujar Rumita ketika dihubungi suara.com, Selasa (8/3/2016).

Oleh karena itu, hal yang bisa dilakukan adalah melakukan pencegahan dengan menghindari menatap sinar matahari secara langsung.

"Jadi daripada mengalami kerusakan mata baik ringan maupun berat, memang lebih baik mencegah. Pakai kacamata dengan filter sinar UV dan Infrared untuk menghambat paparannya masuk ke retina mata," imbuhnya.

Terlebih risiko yang ditimbulkan dari solar eclipse retinophaty, atau kerusakan retina akibat menatap gerhana matahari total secara langsung seringkali tak disadari penderitanya. Hal ini terjadi karena retina yang berfungsi sebagai saraf mata mengalami kerusakan. Namun 2-3 jam berselang, penderita bisa mulai merasakan gangguan penglihatan dalam skala ringan hingga berat.

"Gejalanya bisa berupa penglihatan menjadi buram dan muncul skotoma atau bayangan hitam yang menutupi pandangan. Penderita juga bisa mengalami metamorphopsia atau objek menjadi tidak normal misalnya melihat garis lurus jadi bengkok. Gejala lain gangguan penglihatan warna, dan sakit kepala," sambungnya.

Dalam kasus tertentu kebutaan juga bisa menghampiri para penikmat gerhana matahari total secara langsung dalam waktu yang cukup lama.

"Menatap terus menerus dalam jangka waktu lama memang bisa menyebabkan kebutaan. Dan tentu saja kondisi ini tidak bisa disembuhkan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI