Penyakit Ini Sebabkan Kematian Mendadak

Dythia Novianty | Firsta Nodia | Suara.com

Minggu, 29 Januari 2017 | 11:03 WIB
Penyakit Ini Sebabkan Kematian Mendadak
Ilustrasi jatung terhenti tiba-tiba. [Shutterstock]

Suara.com - Pada sebagian kecil kasus, ada orang yang meninggal mendadak usai berolahraga. Hal ini tentu saja mengagetkan banyak pihak, karena tak ada tanda-tanda penyakit tertentu yang diidap orang tersebut sebelumnya.

Ternyata, disampaikan Dokter Spesialis Jantung RS Jantung Diagram Cinere, Jeffrey Wirianta, kematian seseorang secara mendadak bisa disebabkan akibat henti jantung secara tiba-tiba.

"Menurut American Heart Association (AHA), meninggal akibat henti jantung adalah kematian mendadak yang terjadi dalam 1 jam sejak gejala pertama muncul," ujar dr Jeffrey pada temu media belum lama ini.

Kondisi henti jantung mendadak, tambah dia, biasanya didahului dengan beberapa gejala, mulai dari pingsan, pandangan gelap, pusing, nyeri dada, sesak napas, lemas hingga muntah. Namun, pada beberapa orang, kematian mendadak tidak disertai keluhan apapun sebelumnya.

"Lebih dari setengah kasus henti jantung mendadak terjadi saat tidak ada yang melihat, misalnya ketika tidur. Bahkan, 85 persen kasus terjadi di rumah, dan 8 persen kasus saja yang bisa terselamatkan," tambah dia.

Orang-orang yang berisiko mengalami kematian mendadak akibat henti jantung ini, kata dia, adalah mereka yang memiliki riwayat jantung koroner, gangguan irama jantung atau pada perempuan yang mengalami preeklamsi saat hamil.

"Selain itu, jika ada keluarga yang pernah mengalami meninggal mendadak karena henti jantung, kita juga harus lebih waspada. Kemungkinan kita mengalami hal yang sama cukup besar," ujarnya.

Untuk mendeteksi adanya risiko henti jantung yang mengakibatkan kematian mendadak ini, dr Jeffrey merekomendasikan seseorang melakukan pemeriksaan jantung mendasar, yang meliputi EKG, tes treadmill, multislicect scan jantung, hingga kateterisasi jantung.

Jika melalui pemeriksaan, seseorang terdeteksi mengalami gangguan irama jantung, maka menurutnya bahwa kondisi ini harus segera mendapatkan penanganan. Salah satunya menggunakan alat ICD dan CRT-D yang akan ditanam di bawah lemak dada.

"Kalau ada gangguan irama jantung maka alat ini akan menunggu hingga 7 detik. Jika tidak ada perubahan, maka alat ini akan melemparkan listrik ke sel otot jantung," ujar dia.

Sedangkan untuk pencegahannya, seseorang dianjurkan untuk menjalani pola hidup sehat meliputi konsumsi makanan sehat, olahraga, mengontrol tekanan darah, kolesterol dan gula darah, konsumsi obat jantung teratur dan berhenti merokok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berbagai Faktor Ini Picu Jantung Menua Lebih Cepat

Berbagai Faktor Ini Picu Jantung Menua Lebih Cepat

Health | Rabu, 18 Januari 2017 | 07:45 WIB

Jantung Berdebar dan Tangan Gemetar, Penyakit Jantungkah?

Jantung Berdebar dan Tangan Gemetar, Penyakit Jantungkah?

Health | Selasa, 10 Januari 2017 | 18:26 WIB

Bahu Sering Pegal Bisa Pertanda Sakit Jantung

Bahu Sering Pegal Bisa Pertanda Sakit Jantung

Health | Kamis, 29 Desember 2016 | 19:49 WIB

Libur Panjang, Waspadai Risiko Kematian Akibat Serangan Jantung

Libur Panjang, Waspadai Risiko Kematian Akibat Serangan Jantung

Health | Kamis, 29 Desember 2016 | 10:07 WIB

Ingin Jantung Tetap Sehat? Yuk, Santap Lima Makanan Ini

Ingin Jantung Tetap Sehat? Yuk, Santap Lima Makanan Ini

Health | Kamis, 15 Desember 2016 | 15:11 WIB

Terkini

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB