Libur Panjang, Waspadai Risiko Kematian Akibat Serangan Jantung

Dythia Novianty, Firsta Nodia

Kamis, 29 Desember 2016 | 10:07 WIB
Libur Panjang, Waspadai Risiko Kematian Akibat Serangan Jantung
Ilustrasi serangan jantung. (Shutterstock)

Suara.com - Kematian yang disebabkan serangan jantung, mengalami lonjakan kasus selama musim liburan panjang.

Selandia Baru mencatat, adanya 738 ribu kematian saat libur panjang Desember-Januari bertepatan dengan perayakan momen Natal dan Tahun baru sepanjang tahun 1988-2013. 197 ribu kematian diantaranya disebabkan serangan jantung.

Kematian akibat serangan jantung saat liburan, rata-rata dialami kelompok usia 76.2 tahun, lebih muda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yakni 77.1 tahun.

Menurut pemimpin studi Dr John Knight dari University of Melbourne di Australia, meningkatnya kematian akibat serangan jantung bukan disebabkan oleh pengaruh musim dingin yang menyelimuti beberapa negara selama Desember.

Knight berspekulasi, kasus kematian akibat jantung melonjak karena tumpukan stres sepanjang tahun yang dipendam beberapa orang. Hal ini diperberat dengan gaya hidup tak sehat seperti kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dan alkohol.

"Kondisi ini juga bisa terjadi karena banyak orang menunda perawatan atas penyakit kronis yang diderita. Akibatnya, penyakit bertambah parah dan memicu serangan," tambah dia.

Sementara itu, penelitian lain menunjukkan korelasi antara kebiasaan konsumsi alkohol yang berlebihan dengan kemungkinan menderita penyakit jantung. Ada pula beberapa faktor lain yang juga berkontribusi meningkatkan risiko serangan jantung seperti infeksi pernapasan selama musim dingin.

"Dari temuan ini, setidaknya ada hal yang bisa kita ambil dimana mengabaikan penyakit yang diderita justru akan menambah keparahan dan meningkatkan risiko kematian. Banyak orang harus lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mereka," pungkas Knight. [Foxnews]

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jangan Olahraga Saat Sedang Marah!

Jangan Olahraga Saat Sedang Marah!

Health | Selasa, 25 Oktober 2016 | 07:32 WIB

Cokelat, Cara Enak Turunkan Risiko Penyakit Jantung

Cokelat, Cara Enak Turunkan Risiko Penyakit Jantung

Health | Rabu, 19 Oktober 2016 | 07:15 WIB

Hati-hati, Penyakit Jantung Bisa Bikin Libido Loyo!

Hati-hati, Penyakit Jantung Bisa Bikin Libido Loyo!

Health | Kamis, 29 September 2016 | 15:07 WIB

Bercinta Bisa Memicu Serangan Jantung?

Bercinta Bisa Memicu Serangan Jantung?

Health | Rabu, 28 September 2016 | 21:15 WIB

Ini Mengapa Obesitas Bisa Picu Penyakit Jantung

Ini Mengapa Obesitas Bisa Picu Penyakit Jantung

Health | Rabu, 28 September 2016 | 14:04 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×