Ini Sebabnya Mengapa Kita Sering 'Ngidam' Makanan Asin

Dythia Novianty, Dinda Rachmawati

Senin, 13 Februari 2017 | 12:45 WIB
Ini Sebabnya Mengapa Kita Sering 'Ngidam' Makanan Asin
Ilustrasi camilan. [Shutterstock]

Suara.com - Kita semua selalu ketagihan dengan makanan asin sepanjang waktu. Seperti mengemil keripik atau snack-snack kemasan, khususnya dalam waktu luang. Pernahkah berpikir, apa yang menyebabkan Anda terlalu sering 'mengidam' makanan asin?

Bisa jadi, hal ini disebabkan karena tubuh Anda kekurangan mineral. Jika Anda ingin mengendalikan kebiasaan yang tentu tak baik untuk kesehatan ini, perlu mengetahui tentang penyebabnya.

Berikut adalah beberapa fakta yang dapat menejelaskan tentang keinginan Anda mengonsumsi makanan asin, yang dilansir dari Boldsky.

Fakta 1

Dalam beberapa kasus, latihan atau berolahraga secara intens bisa membuat Anda mendambakan makanan asin. Ini dikarenakan keringat yang keluar dari tubuh dan rasa dehidrasi yang Anda alami saat berolahraga. Kehilangan banyak garam melalui keringat atau urine, mungkin menjadi penyebab Anda mendambakan makanan asin.

Fakta 2

Terlalu banyak makan makanan asin dapat menyebabkan tekanan darah tinggi pada beberapa orang. Ini bisa menimbulkan ancaman bagi ginjal dan juga jantung.

Fakta 3

Berapa banyak garam yang Anda butuhkan sehari? Anda mungkin hanya perlu 200mg natrium per hari agar tubuh dapat berfungsi dengan baik. Mengonsumsi lebih dari satu sendok teh garam per hari sangat berbahaya.

baca juga

Fakta 4

Apakah Anda terlalu banyak berkeringat? Atau menderita diare serta sering muntah? Dalam kasus tersebut, hal ini bisa menyebabkan hilangnya garam dan air dalam tubuh. Tetapi minum adalah solusi terbaik untuk menghidrasi tubuh daripada makan keripik.

Fakta 5

Jika keinginan makan makanan asin lebih besar setelah Anda selesai berolahraga, pertimbangkan sup sayuran bukannya snack asin. Tubuh Anda mungkin perlu mengganti kadar natrium setelah aktivitas berat.

Fakta 6

Orang yang menderita kekurangan mineral seperti besi, kalsium, kalium atau natrium mungkin juga lebih sering mengalami ngidam makanan asin.

Fakta 7

Keinginan ini juga bisa disebabkan karena Anda sudah kecanduan garam. Mungkin, makanan asin memberikan kesenangan dan Anda akan memakannya secara lebih dan lebih. Tapi itu tidak sehat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini yang Sebenarnya Anda Konsumsi dari Snack Merek Terkenal

Ini yang Sebenarnya Anda Konsumsi dari Snack Merek Terkenal

Lifestyle | Senin, 06 Februari 2017 | 19:45 WIB

Kriuk, Ini Dia 7 Kerupuk Tradisional yang "Nge-hits" di Indonesia

Kriuk, Ini Dia 7 Kerupuk Tradisional yang "Nge-hits" di Indonesia

Lifestyle | Selasa, 24 Januari 2017 | 19:40 WIB

Sederet Camilan Ini Diklaim Sehat Padahal Tidak

Sederet Camilan Ini Diklaim Sehat Padahal Tidak

Lifestyle | Sabtu, 14 Januari 2017 | 09:10 WIB

Gurih Manis Klepon Ubi Ungu

Gurih Manis Klepon Ubi Ungu

Lifestyle | Minggu, 25 September 2016 | 10:25 WIB

'Nyemil' Kacang Turunkan Risiko Diabetes hingga 30 Persen

'Nyemil' Kacang Turunkan Risiko Diabetes hingga 30 Persen

Health | Jum'at, 12 Agustus 2016 | 09:44 WIB

Terkini

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

×