Tujuh Perbedaan Orangtua Bijaksana dan Orangtua 'Biasa'

Arsito Hidayatullah, Rinaldi Aban

Senin, 03 April 2017 | 19:43 WIB
Tujuh Perbedaan Orangtua Bijaksana dan Orangtua 'Biasa'
Ilustrasi orangtua dan anaknya. [Shutterstock]

Suara.com - Menjadi orangtua memang jauh dari kata mudah. Bahkan, peran orangtua sesungguhnya sangat penting bagi masa depan seorang anak. Saking pentingnya, tergantung asuhan orangtua, seorang anak akan menjadi seseorang yang baik atau tidak.

Salah satu yang terpenting adalah peran orangtua dalam memberikan contoh yang baik untuk anaknya. Maka dari itu, menjadi orangtua yang bijaksana mungkin merupakan salah satu hal yang paling sulit untuk dicapai.

Cara orangtua mendidik anak sendiri berbeda-beda. Terlepas dari bagaimana caranya, ada orangtua yang bijaksana dan orangtua yang bisa disebut "biasa". Melansir salah satu artikel Brightside, setidaknya ada lima perbedaan orangtua yang super bijak dan orangtua yang biasa. Apa saja? Berikut ulasannya:

1. Cara menghabiskan waktu



Orangtua biasa atau rata-rata memiliki kebiasaan untuk menghabiskan waktunya dengan si anak, hampir sepanjang waktu hingga tak memberi waktu untuk dirinya sendiri. Sementara orangtua yang lebih bijak juga punya waktu untuk diri sendiri, sembari memberikan contoh baik untuk dipelajari dan diikuti anak-anaknya.

2. Lebih ke akar permasalahan



Orangtua yang bijak biasanya menyelesaikan masalah anak-anaknya dengan menemukan dan mengatasi akar permasalahan. Beda dengan orangtua rata-rata, yang hanya menuntaskan masalah lewat akibat yang terjadi atau ditimbulkannya.

3. Menemukan jawaban untuk masalah



Orangtua biasa kerap kali hanya menyediakan jawaban bagi pertanyaan atau persoalan anaknya begitu saja, semacam jalan pintas bagi persoalan. Sedangkan orangtua yang bijak akan memilih untuk membantu anaknya mencari jawaban, memberikan petunjuk, agar sang anak lebih mengerti dan kelak bisa memecahkan persoalannya sendiri.


4. Merangsang berpikir, tidak mematahkan



Ketika anak mengalami kesulitan dalam belajar, atau tak tahu jawaban dari satu pertanyaan misalnya, orangtua biasa kerap akan merespon dengan "Oh, kamu tak tahu tentang itu" atau "Kamu salah!" Sementara, orangtua yang bijak akan menyuruh sang anak agar berpikir lebih keras lagi, dengan berkata, "Coba dipikir lagi, kamu pasti akan menemukan jawabannya."

5. Membandingkan dengan anak lain?



Banyak orangtua yang suka membandingkan anaknya dengan anak lain yang lebih berprestasi, entah itu di sekitar lingkungannya maupun dengan anak-anak di media televisi atau kisah fiksi. Orangtua yang bijak tidak akan melakukan itu, namun lebih membiarkan anaknya menjadi diri mereka sendiri sembari mengarahkan pada hal-hal baik, tanpa harus membanding-bandingkan.

6. Soal menepati janji



Kebanyakan orangtua juga cenderung meminta anaknya untuk jujur dan harus menepati janji. Tapi meminta saja tidak cukup. Orangtua bijak akan sekaligus menunjukkan (contoh) pada anaknya bagaimana mereka menjadi jujur dan menepati janji.

7. Mengingatkan, tidak sekadar melarang



Orangtua melarang anak melakukan ini-itu? Itu sih sudah biasa, dan lazim sekali dijumpai di berbagai rumahtangga. Apa yang jarang ditemukan dan biasanya hanya dilakukan para orangtua bijak, adalah tidak sekadar melarang, tetapi lebih kepada mengingatkan anak-anaknya soal konsekuensi buruk dari perbuatan atau kelakuan yang negatif itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ayo Main, Wadah Orangtua dan Anak Bermain

Ayo Main, Wadah Orangtua dan Anak Bermain

Lifestyle | Minggu, 11 September 2016 | 14:05 WIB

Interaksi Orangtua dan Anak Tak Pengaruhi IQ Anak

Interaksi Orangtua dan Anak Tak Pengaruhi IQ Anak

Health | Minggu, 02 November 2014 | 09:12 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×