Sudah Tak Bisa Mencium Bau? Bisa Jadi Tanda Ajal Mendekat

Ririn Indriani | Suara.com

Selasa, 20 Juni 2017 | 21:15 WIB
Sudah Tak Bisa Mencium Bau? Bisa Jadi Tanda Ajal Mendekat
Ilustrasi lansia sedang mencium bunga. (Shutterstock)

Suara.com - Indra penciuman manusia merupakan sebuah sistem yang menakjubkan.

Dalam keadaan sehat, manusia bisa mencium hingga kira-kira satu triliun jenis bau-bauan yang berbeda. Namun, ada juga orang-orang yang sudah tak bisa mencium bau apapun atau hanya bisa mencium jenis-jenis aroma tertentu.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat menguak bahwa orang yang kehilangan indra penciuman lebih berisiko terhadap kematian dalam jangka waktu lima tahun. Benarkah demikian? Cari tahu penjelasan lengkapnya  yang dirangkum hellosehat.com.

Kehilangan indra penciuman sepenuhnya dikenal dengan istilah anosmia. Untuk memahami bagaimana anosmia bisa terjadi, Anda harus tahu dulu bagaimana manusia bisa mencium bau.

Hal-hal yang ada di sekitar Anda akan melepaskan molekul-molekul tertentu yang kemudian ditangkap oleh sel-sel saraf di hidung. Sel saraf tersebut lantas mengirimkan sinyal khusus ke otak. Otaklah yang akan mengenali bau-bauan yang Anda cium.  

Gangguan apapun yang terjadi dalam proses penciuman tersebut akan menyebabkan anosmia. Pemicunya bisa macam-macam. Mulai dari alergi, infeksi sinusitis, cedera di hidung atau kepala, penuaan, hingga kecacatan atau penyakit kronis tertentu.

Apa artinya jika seseorang sudah tak bisa mencium bau?
Menurut sebuah penelitian oleh tim ahli dari University of Chicago di Amerika Serikat, orang yang tidak bisa mencium bau punya kemungkinan besar meninggal dunia lebih cepat. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Public Library of Science (PLOS) One ini mengamati lebih dari 3.000 orang peserta lanjut usia (lansia) mulai dari 2005 hingga 2011.

Dari pengamatan ilmiah tersebut, diketahui bahwa orang yang kehilangan indra penciuman empat kali lebih berisiko meninggal dunia dalam kurun waktu lima tahun. Sebanyak 39 persen peserta lansia yang sudah tidak bisa mencium bau meninggal dalam kurun waktu lima tahun setelah mereka pertama kali diminta untuk menjalani tes indra penciuman.

Jumlah lansia yang ketajaman penciumannya sudah mulai berkurang lalu meninggal dalam waktu lima tahun adalah 19 persen. Sedangkan hanya ada 10 persen lansia dengan indra penciuman sehat dan normal yang meninggal dalam waktu lima tahun.

Penelitian lain dalam jurnal Annals of Neurology pada 2008 juga melihat bahwa orang dewasa yang sudah tidak bisa mencium bau lebih rentan terhadap penyakit Alzheimer dan Parkinson. Dari berbagai hasil penelitian tersebut, bisa disimpulkan bahwa kehilangan indra penciuman bukanlah gejala kesehatan yang bisa diremehkan begitu saja.

Bagaimana indra penciuman berkaitan dengan umur manusia?
Menurut para ahli, kehilangan indra penciuman tidak bisa menyebabkan kematian. Hal tersebut cuma menandakan gejala gangguan kesehatan yang mungkin saja memperpendek usia seseorang.

Indra penciuman Anda diatur oleh sel saraf yang terletak di sistem saraf pusat. Sel-sel tersebut seharusnya mampu memperbarui diri (regenerasi) secara terus menerus. Bila Anda tidak bisa mencium, maka sel-sel Anda sudah tak mampu melakukan regenerasi lagi.

Ini berarti ada kerusakan yang serius dalam sistem saraf Anda. Itulah mengapa kehilangan indra penciuman, khususnya pada lansia, mungkin menandakan tubuh Anda sudah tidak bisa melawan kerusakan sel dan memperbaiki diri lagi.

Jadi, bila Anda mulai sulit mengenali atau mencium bau, tak ada salahnya untuk segera periksa ke dokter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ditemukan, Obat yang Bisa Bikin Manusia Hidup hingga 120 Tahun

Ditemukan, Obat yang Bisa Bikin Manusia Hidup hingga 120 Tahun

Health | Rabu, 31 Mei 2017 | 19:46 WIB

Studi: Sebelum Meninggal, Anda Akan Melihat Kilas Balik Kehidupan

Studi: Sebelum Meninggal, Anda Akan Melihat Kilas Balik Kehidupan

Tekno | Selasa, 31 Januari 2017 | 07:11 WIB

Studi: Menurunnya Indra Penciuman Tingkatkan Risiko Kematian

Studi: Menurunnya Indra Penciuman Tingkatkan Risiko Kematian

Health | Senin, 08 Juni 2015 | 12:14 WIB

Terkini

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:05 WIB