Dokter Meninggal Saat Piket Lebaran, Ini Komentar IDI

Ririn Indriani | Risna Halidi | Suara.com

Rabu, 28 Juni 2017 | 15:59 WIB
Dokter Meninggal Saat Piket Lebaran, Ini Komentar IDI
Dokter spesialis anestesi, Stefanus Taofik semasa hidup. (Sumber: BlogDokter)

Suara.com - Seorang dokter anastesi, dr. Stefanus Taofik SpAn, ditemukan meninggal dunia di kamar jaga Rumah Sakit Pondok Indah, Bintaro, Tangerang, pada Selasa (27/6/2017). Stefanus sebelumnya dikabarkan sempat bekerja selama 2x24 jam, karena piket di Hari Raya Idul Fitri.

Menanggapi hal tersebut, Sekjen Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr M Adib Khumaidi membenarkan berita tersebut meski ia mengakui bahwa penyebab utama masih simpang siur.

"Kami masih menunggu konfirmasi dari pihak rumah sakit. Ada simpang siur yang mengatakan beliau jaga tiga hari, lima hari ada juga, jaga 2x24 jam," terangnya saat dihubungi oleh suara.com melalui telepon seluler.

Oleh karena itu, dr. Adib mendorong pihak Perhimpunan Dokter Spesialis Anatesi Terapi atau Perdatin untuk membuat rilis resmi kronologi kematian Stefanus Taofik.

"Kami belum tahu apakah tindakan operasi sangat tinggi (saat itu) sehingga membuat kelelahan atau karena ada faktor lain. Misal ada kelainan, itu perlu ditelusuri lagi," ujarnya menutup perbincangan.

Diberitakan sebelumnya, seorang dokter spesialis anestesi, Stefanus Taofik dikabarkan meninggal dunia setelah lima hari berturut-turut bertugas selama Lebaran di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta.

Kabar duka ini kali pertama diketahui dari tulisan di akun Twitter @blogdokter pada Selasa (27/6/2017). Dalam tulisan di akun tersebut dijelaskan bahwa ada seorang dokter spesialis anestesi yang sedang menempuh pendidikan subspesialis Konsultasn Intensive Care (KIC), ditemukan meninggal dunia di kamar jaga RSPI Bintaro Jaya.

Disebutkan pula dalam akun twitter @blogdokter bahwa saat ini dr Taofik berusia 35 tahun, meninggalkan seorang istri yang sedang menempuh pendidikan dokter spesialis kebidanan dan kandungan dan seorang anak yang baru berusia 1 tahun. Dokter Taofik juga merupakan tulang punggung keluarganya, dan masih membantu orang tua dan adik adiknya.

Ia merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (FKUAJ) angkatan tahun 2000.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menyentuh, Pesan Terakhir Dokter Stefanus Buat Noe Sang Buah Hati

Menyentuh, Pesan Terakhir Dokter Stefanus Buat Noe Sang Buah Hati

Tekno | Rabu, 28 Juni 2017 | 14:55 WIB

Dokter Meninggal Saat Piket Lebaran, Diduga Serangan Jantung

Dokter Meninggal Saat Piket Lebaran, Diduga Serangan Jantung

Health | Rabu, 28 Juni 2017 | 14:29 WIB

Bekerja Nonstop Saat Piket Lebaran, Dokter Tampan Meninggal

Bekerja Nonstop Saat Piket Lebaran, Dokter Tampan Meninggal

Tekno | Rabu, 28 Juni 2017 | 14:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB