Ini yang Terjadi pada Tubuh Bila Anda Kurangi Makan Nasi

Ririn Indriani

Minggu, 22 Oktober 2017 | 07:37 WIB
Ini yang Terjadi pada Tubuh Bila Anda Kurangi Makan Nasi
Ilustrasi makan nasi. (Shutterstock)

Suara.com - Setiap hari metabolisme tubuh menghasilkan energi yang diperlukan untuk aktivitas dan berbagai fungsi tubuh. Biasanya, energi didapat dari glukosa yang bersumber dari makanan sehari-hari. 

Namun, dalam keadaan tertentu, proses metabolisme untuk menghasilkan energi juga dapat menggunakan lapisan lemak yang berada di dalam tubuh. Hal ini dikenal dengan istilah ketosis.

Ketosis adalah kondisi metabolisme yang bersifat sementara, di mana tubuh tidak lagi metabolisme glukosa dari makanan, melainkan dengan cara memecah lemak di tubuh. Proses ini mendorong liver untuk memecah asam lemak demi menghasilkan senyawa ketone, di antaranya beta–hydroxybutyrate dan acetone yang selanjutnya didistribusikan ke berbagai jaringan dan cairan tubuh.

Terdapat beberapa hal yang menyebabkan tubuh membakar lemak untuk menghasilkan energi, di antaranya berpuasa, beraktivitas fisik dengan intensitas tinggi, atau pola makan rendah karbohidrat. Kondisi ketosis memungkinkan tubuh mengurangi lapisan lemak lebih banyak, dalam waktu yang cenderung singkat.

Lantas, perubahan seperti apa yang dialami saat tubuh menggunakan lemak sebagai pengganti glukosa dari karbohidrat? Berikut beberapa perubahan yang terjadi dikutip dari heloosehat.com.

1. Nafsu makan menurun
Hal ini terutama terjadi apabila kondisi ketosis dipicu oleh konsumsi karbohidrat yang lebih sedikit. Penurunan konsumsi sumber makanan karbohidrat dapat menimbulkan perubahan hormon pengatur rasa lapar, karena tubuh lebih banyak mengonsumsi makanan sumber protein, sayuran, dan buah. Senyawa keton yang dihasilkan saat mengalami ketosis juga mempengaruhi otak merespon rasa lapar.

2. Berat badan menurun
Seperti efek rendah karbohidrat pada umumnya, tubuh yang kekurangan karbohidrat akan lebih mudah mengalami penurunan berat badan karena tubuh memecah lemak. Hal ini terjadi apabila ketosis berlangsung dalam beberapa minggu dan dapat bertahan lama ataupun sebentar, tergantung seberapa cepat tubuh berhenti menggunakan lemak sebagai bahan energi dan menyimpan cadangan makanan kembali.

3. Peningkatan konsentrasi dan tenaga
Mengurangi konsumsi karbohidrat dalam waktu yang lama mendorong tubuh untuk beradaptasi menggunakan lemak sebagai sumber energi. Mengurangi sumber energi yang lebih mudah dipecah seperti karbohidrat akan membantu tubuh untuk mengatur sumber energi yang lebih efisien. Saat kekurangan glukosa, otak juga mulai beradaptasi untuk menggunakan sumber energi lain seperti senyawa keton untuk mengganti karbohidrat. Mekanisme tersebut juga membantu otak bekerja lebih baik dalam berkonsentrasi dan mengingat.

Apa saja efek sampingnya?
Meski banyak manfaatnya, metabolisme lemak dalam tubuh untuk mengganti glukosa juga memiliki beberapa efek samping, yang mungkin tidak berbahaya namun bisa mengganggu. Di antaranya adalah:

1. Mudah lelah
Gejala ini terjadi pada permulaan tubuh, saat tubuh baru mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi, dan dapat berlangsung dalam beberapa hari sebelum tubuh beradaptasi sepenuhnya. Pada awal adapatasi, tubuh mengeluarkan sisa karbohidrat dan air, selain menggunakan lemak sebagai bahan energi. Untuk mengatasi hal ini, tingkatkan konsumsi elektrolit atau garam mineral sodium, potassium, dan magnesium saat Anda mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah sedikit.

2. Sembelit
Kondisi ketosis juga disertai dengan pengeluaran cairan berlebih dan jumlah sisa makanan yang lebih sedikit. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengganti cairan tubuh dan memakan makanan dengan karbohidrat kompleks saat kekurangan konsumsi karbohidrat sederhana seperti dari tepung dan nasi.

3. Insomnia
Kesulitan tidur saat tubuh mengalami ketosis dikarenakan rasa lapar akibat konsumsi karbohidrat dengan jumlah yang lebih sedikit dari biasanya. Hal ini menyebabkan individu yang mengalami ketosis terbangun dari tidur malam hari saat kadar karbohidrat paling rendah, dan sulit untuk tidur kembali.

4. Bau mulut
Perubahan bau mulut disebabkan oleh peningkatan senyawa acetone pada urin dan napas. Kondisi ini dapat hilang saat tubuh sudah tidak berada dalam kondisi ketosis lagi, atau tubuh mulai terbiasa menggunakan lemak sebagai bahan energi karena kadar acetone sudah kembali menurun. Hal ini tentu saja dapat diatasi dengan menggosok gigi ataupun berukumur.

Apakah ketosis aman?
Pada dasarnya ketosis tidak berbahaya bagi kesehatan karena hanya berupa produksi senyawa ketone berlebih dari proses metabolisme lemak. Mengurangi karbohidrat untuk memicu kondisi ketosis dapat bermanfaat bagi kesehatan, khususnya individu yang mengalami obesitas dan kadar kolesterol tidak terkontrol. Ketosis juga cenderung aman selama tubuh individu dapat beradaptasi dan tidak memicu produksi senyawa ketone berlebih hingga menimbulkan keracunan (ketoacidosis) seperti pada peminum berat alkohol dan penderita diabetes.

Siapa yang harus menghindari ketosis?
Ketosis adalah kondisi pemicu terjadinya ketoacidosis diabetik, khususnya pada penderita diabetes tipe 1. Di saat penderita diabetes cenderung tidak dapat menggunakan glukosa sebagai sumber energi, kondisi ketosis juga meningkatkan ketone dalam darah sehingga memicu ketoacidosis atau kondisi pH tubuh yang terlalu asam. Katoacidosis menyebabkan beberapa gejala seperti kehausan berlebih, sakit perut, mual, dehidrasi, muntah-muntah, serta dapat berakhir pada kematian.

Mendeteksi kondisi ketosis sendiri cenderung sulit, namun perlu diwaspadai saat penderita mengalami efek samping ketosis, mengalami gejala flu, atau saat kadar gula darah lebih tinggi dari 240mg/dL.S egera tangani kondisi ketosis sebelum menjadi ketoacidosis dengan memberikan pertolongan dengan penggantian cairan tubuh dan elektrolit serta injeksi hormon insulin hingga kadar gula darah berada di bawah 240mg/dL.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anang Hermansyah Kini "Musuhi" Nasi

Anang Hermansyah Kini "Musuhi" Nasi

Health | Kamis, 05 Oktober 2017 | 14:27 WIB

Sarapan Nasi Goreng Ternyata Bisa Bikin Anda Gemuk

Sarapan Nasi Goreng Ternyata Bisa Bikin Anda Gemuk

Lifestyle | Kamis, 14 September 2017 | 08:24 WIB

Sering Sarapan Nasi, Sehat Nggak Sih?

Sering Sarapan Nasi, Sehat Nggak Sih?

Health | Selasa, 12 September 2017 | 13:09 WIB

Terkini

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

×