Pentingnya Menjaga dan Meneruskan Pesan Kearifan Keluarga

Chaerunnisa, Dinda Rachmawati

Jum'at, 24 November 2017 | 17:38 WIB
Pentingnya Menjaga dan Meneruskan Pesan Kearifan Keluarga
Keluarga sedang menikmati kebersamaan di alam terbuka. (Shutterstock)

Suara.com - Setiap keluarga memiliki pesan kearifan yang membuat hubungan semakin kuat. Sosiolog Universitas Indonesia, Prof. Dr. Paulus Wirutomo, M.Sc, mengungkapkan, pesan kearifan yang muncul dan diwariskan terus menerus di tengah keluarga Indonesia sangat bervariasi.

Mulai dari kebersamaan, keterbukaan, kasih sayang, kemandirian, toleransi perbedaan pendapat, kepercayaan, hingga sopan santun. Di era teknologi yang semakin berkembang seperti saat ini, pesan kearifan justru sangat dibutuhkan oleh keluarga di Indonesia.

Paulus juga menekankan, pesan-pesan kearifan yang didapatkan dari generasi sebelumnya harus diteruskan ke generasi selanjutnya. Apalagi, di situasi seperti saat ini, di mana banyak terjadi konflik karena tidak bisa menerima perbedaan pandangan satu sama lain.

"Ke depannya, pesan-pesan tersebut harus dijaga oleh seluruh anggota keluarga dan diupayakan agar pesan tersebut terwujud. Apabila pesan kearifan ini benar-benar diwujudkan, dan diwariskan terus menerus dalam keluarga, makan ke depannya, keluarga sebagai unit terkecil masyarakat, bisa meredam konflik yang terjadi," ujar dia dalam acara "95 Pesan untuk Masa Depan" oleh Frisian Flag, di Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Psikolog keluarga Dessy Ilsanti, M.Psi, dalam kesempatan sama juga menuturkan, pesan kearifan keluarga sangat penting untuk membangun karakter individu. Bagaimana individu berperilaku menghadapi masalah di kehidupan ditentukan bagaimana keluarga membentuk karakternya sejak dini.

Pesan kearifan, dalam hal ini, adalah sebagai norma pembimbing diri agar individu selalu berada dalam jalur yang benar.

"Orangtua adalah adalah role model terdekat dalam memberi contoh bagi anak-anaknya. Cara terbaik untuk meneruskan pesan kearifan di dalam keluarga adalah dengan melakukannya sepenuh hati. Misalnya orangtua mencontohkan bertutur kata lembut baik pada anak-anak, nenek dan kakek, saudara," tandasnya.

Hal ini dapat menunjukkan rasa hormat, sooan santun, selalu menghargai orang lain dan tidak mudah berucap, yang nantinya akan diikuti pula oleh anak pada generasi selanjutnya. 

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penyesalan Seseorang  di Usia Tua

Penyesalan Seseorang di Usia Tua

Health | Kamis, 05 Oktober 2017 | 16:42 WIB

Ajari Kasih Sayang pada Anak lewat Binatang Peliharaan

Ajari Kasih Sayang pada Anak lewat Binatang Peliharaan

Health | Rabu, 16 Agustus 2017 | 14:46 WIB

Tak Cuma Bikin Bahagia, Ini Manfaat Kasih Sayang bagi Kesehatan

Tak Cuma Bikin Bahagia, Ini Manfaat Kasih Sayang bagi Kesehatan

Lifestyle | Sabtu, 11 Februari 2017 | 07:10 WIB

Terkini

Tangis Mahathir Mohamad Pecah di Pusara Siti Hasmah, Kenangan 70 Tahun Bersama Berakhir Pilu

Tangis Mahathir Mohamad Pecah di Pusara Siti Hasmah, Kenangan 70 Tahun Bersama Berakhir Pilu

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Asap Karhutla Mengepung Palembang, Dokter Melihat Keluhan Pernapasan Makin Berat

Asap Karhutla Mengepung Palembang, Dokter Melihat Keluhan Pernapasan Makin Berat

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Feng Shui Arah Rumah Berdasarkan Tanggal Lahir, Begini Cara Menghitungnya

Feng Shui Arah Rumah Berdasarkan Tanggal Lahir, Begini Cara Menghitungnya

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Lagu 'Bahagia Lagi' Mengingatkan bahwa Gagal Tak Berarti Kehilangan Harapan

Lagu 'Bahagia Lagi' Mengingatkan bahwa Gagal Tak Berarti Kehilangan Harapan

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:50 WIB

4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan

4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Masihkah Ia Seorang Pengkritik Kekuasaan?

Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Masihkah Ia Seorang Pengkritik Kekuasaan?

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:15 WIB

6 Urutan Zodiak dari yang Paling Dewasa sampai Paling Childish Saat Pacaran

6 Urutan Zodiak dari yang Paling Dewasa sampai Paling Childish Saat Pacaran

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:13 WIB

WiFi Publik Apakah Aman? Ini Cara Mengaktifkan Privasi Agar Tak Dipantau

WiFi Publik Apakah Aman? Ini Cara Mengaktifkan Privasi Agar Tak Dipantau

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Selat Hormuz Masih Panas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$100

Selat Hormuz Masih Panas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$100

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Mati Mudanya Sebuah Tren: Ketika "Micro-Trends" Mengikis Identitas Diri

Mati Mudanya Sebuah Tren: Ketika "Micro-Trends" Mengikis Identitas Diri

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:00 WIB

×