Bayi Tak Berkelamin dan Mirip Putri Duyung Telah Meninggal

Tomi Tresnady | Suara.com

Senin, 11 Desember 2017 | 17:47 WIB
Bayi Tak Berkelamin dan Mirip Putri Duyung Telah Meninggal
Ilustrasi bayi alami sirenomelia atau sindrom putri duyung. [shutterstock]

Suara.com - Seorang ibu bernama Muskura Bibi, 23, di India mengejutkan dokter saat melahirkan bayi mirip putri duyung. Kedua kakinya benar-benar rapat menyatu.

Namun, sayangnya bayi itu meninggal dunia setelah empat jam merasakan hadir di dunia.

Bayi tersebut tak terlihat jenis kelaminnya karena area di bawah panggul hingga kedua ujung kaki menyatu.

Bayi yang tak disebutkan namanya itu menderita kondisi langka yang dikenal dengan sebutan sirenomelia atau sindrom putri duyung.

Muskura melahirkan secara alami pada Rabu pagi (6/12/20170 di rumah sakit Chittaranjan Deva Sadan yang dikelola pemerintah Kolkata, India timur.

Bibi tidak melakukan ultrasono graphy (USG) selama hamil dan ia mengetahui kondisi bayi setelah melahirkan.

Dr Sudip Saha, spesialis anak di rumah sakit tersebut mengatakan jika orangtua bayi adalah pasangan yang bekerja dan tidak mencari pengobatan yang tepat selama kehamilan akibat kekurangan uang.

"Kurangnya nutrisi yang tepat dan sirkulasi darah yang tidak tepat pada bayi si ibu bisa menciptakan kelainan semacam ini," terang Sudip Saha.

Sindrom mermaid diperkirakan terjadi pada setiap 60.000 sampai 100.000 kelahiran.

Sudip Saha mengaku belum pernah melihat kondisi bayi terkena sindrom mermaid. Ini kasus pertama Sirenomelia di negara bagian dan kedua di India.

Pada tahun 2016, seorang perempuan dari Uttar Pradeash, India utara, melahirkan bayi Sirenomelia yang pertama di negara tersebut, namun cuma bertahan 10 menit.

Tidak ada yang selamat sampai saat ini. Sejarawan medis Lindsey Fitzharris dari Universitas Oxford, sebelumnya mengatakan kepada MailOnline bahwa bayi mengalami Sirenomelia karena talis pusat gagal membentuk dua arteri.

Akibatnya, ada suplai darah yang tak mencukupi saat mencapai janin.

"Sirenomelia sangat fatal. Tidak ada cartan tentan siapa pun yang memiliki kondisi ini bisa bertahan di masa lalu," katanya. "Sebagian besar meninggal dalam beberapa hari setelah lahir karena gagal ginjal dan kandung kemih."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Deretan Nama Bayi yang Bakal Populer di 2018

Deretan Nama Bayi yang Bakal Populer di 2018

Health | Minggu, 26 November 2017 | 12:38 WIB

Waspada Kalau Bayi Anda Selalu Pegang Kepalanya

Waspada Kalau Bayi Anda Selalu Pegang Kepalanya

Health | Rabu, 22 November 2017 | 19:02 WIB

Bayi Dibuang Dekat Hotel, Mayatnya Ditemukan di Saluran Limbah

Bayi Dibuang Dekat Hotel, Mayatnya Ditemukan di Saluran Limbah

News | Jum'at, 17 November 2017 | 00:04 WIB

Keji! Gara-gara Rewel, Ayah Pukuli Bayinya hingga Tewas

Keji! Gara-gara Rewel, Ayah Pukuli Bayinya hingga Tewas

News | Kamis, 16 November 2017 | 10:10 WIB

Tega! Instruktur Kebugaran Bunuh Bayi karena Tak Bisa Merawatnya

Tega! Instruktur Kebugaran Bunuh Bayi karena Tak Bisa Merawatnya

Health | Selasa, 07 November 2017 | 19:20 WIB

Terkini

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:46 WIB

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB