Pakai Tisu untuk Mengeringkan Tangan Ternyata Lebih Sehat, Lho

Vania Rossa

Jum'at, 13 April 2018 | 11:11 WIB
Pakai Tisu untuk Mengeringkan Tangan Ternyata Lebih Sehat, Lho
Ilustrasi mesin pengering tangan. (Shutterstock)

Suara.com - Anda mungkin berpikir bahwa hand dryer alias pengering tangan di kamar mandi umum adalah metode pengeringan tangan yang jauh lebih modern dibanding menggunakan tisu.

Padahal sebaliknya, sebuah penelitian baru-baru ini telah mengungkap kebenaran bahwa penggunaan hand dryer justru dapat menyebarkan bakteri dengan jarak yang lebih jauh dan luas.

Penelitian yang dilakukan University of Connecticut ini melakukan percobaan untuk menentukan sejauh mana hand dryer menyemprotkan bakteri berbahaya saat digunakan.

Faktanya, tidak semua orang berinisiatif untuk menutup toilet setelah selesai menggunakan kamar mandi. Nah, toilet yang dibilas atau di-flush dengan tutup terbuka, partikel-partikel mikroskopis dari kotoran manusia kemudian dapat bergerak ke udara.

Partikel-partikel ini kemudian dapat disedot oleh hand dryer sebelum dibuang lagi dengan udara panas ketika seseorang menggunakan hand dryer tersebut.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Applied and Environmental Microbiology, tim dari University of Connecticut menilai hand dryer di kamar mandi lelaki dan perempuan di tiga area terpisah.

Mereka menggunakan cawan untuk mengumpulkan bakteri yang dikeluarkan dari hand dryer dan hasilnya menunjukkan bahwa cawan-cawan yang terkena udara dari hand dryer selama 30 detik mengumpulkan sekitar 18 hingga 60 koloni bakteri, sementara cawan yang hanya ditempatkan di kamar mandi yang dilengkapi fan selama 20 menit hanya mengumpulkan rata-rata 15 hingga 20 koloni bakteri.

Para peneliti menyimpulkan bahwa hand dryer yang dilengkapi dengan filter HEPA (high efficiency particulate air) dapat mengurangi jumlah bakteri yang didistribusikan oleh hand dryer.

Namun, cawan masih menunjukkan keberadaan bakteri bahkan ketika hand dryer telah dilengkapi dengan filter HEPA, yang memperkuat argumen bahwa hand dryer akan selalu menimbulkan risiko kesehatan potensial.

baca juga

"Hasil ini menunjukkan bahwa banyak jenis bakteri, termasuk patogen dan spora yang potensial, dapat terpapar dari hand dryer di kamar mandi dan tersebar di seluruh bangunan dan kemudian menempel di tangan Anda saat menggunakan hand dryer," kata studi tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengenal Listeria, Bakteri Mematikan Sering Ada di Produk Susu

Mengenal Listeria, Bakteri Mematikan Sering Ada di Produk Susu

Health | Selasa, 10 April 2018 | 09:11 WIB

Jangan Pakai Sepatu di Dalam Ruangan, Ini Alasannya

Jangan Pakai Sepatu di Dalam Ruangan, Ini Alasannya

Health | Selasa, 10 April 2018 | 08:15 WIB

Melon Potong Ini Sebabkan Tiga Orang Tewas

Melon Potong Ini Sebabkan Tiga Orang Tewas

Lifestyle | Senin, 05 Maret 2018 | 06:00 WIB

Terkini

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 22:07 WIB

×