Ini Mengapa Mata Belekan Saat Bangun Tidur

Ririn Indriani

Minggu, 29 April 2018 | 13:15 WIB
Ini Mengapa Mata Belekan Saat Bangun Tidur
Ilustrasi mengucek mata karena belekan. (Shutterstock)

Suara.com - Disadari atau tidak, setiap pagi ketika bangun tidur pasti terdapat kotoran di sudut mata Anda alias belekan.

Belek ini berwarna kekuningan, bertekstur lengket dan berkerak. Bahkan tak jarang, belek ini membuat mata sulit terbuka ketika bangun tidur.

Hmmm, apa sebabnya mata belekan ketika bangun tidur? Simak penjelasan yang dihimpun Hello Sehat.

Belek mata atau dalam istilah medis disebut rheum merupakan campuran dari lendir, minyak, sel-sel kulit mati, air mata, dan debu yang terakumulasi di sudut mata saat Anda tidur. Belek terbentuk dari air mata yang memegang peranan penting untuk kesehatan mata yang baik.

Saat beraktivitas sehari-hari, Anda pasti berkedip. Kedipan ini berfungsi menyapu segala kotoran seperti debu agar tidak masuk ke mata dengan bantuan air mata.

Air mata terdiri dari campuran air dan lendir yang diproduksi oleh konjungtiva (mucin) dan meibum, yaitu zat berminyak yang dihasilkan oleh kelenjar meibom untuk membantu menjaga mata agar tetap terlumasi saat Anda berkedip.

Lapisan air mata ini terus mengenangi permukaan mata setiap kali Anda berkedip, sehingga bisa menyaring kotoran dan sisa rheum melalui saluran pembuangan air mata sebelum lendir berubah menjadi belek. Oleh sebab itu, kita kadang mengucek-ngucek sudut mata untuk menghapus kotoran mata ini.

Nah ketika tidur, Anda tidak berkedip. Hal ini menyebabkan proses pembersihan mata tidak berjalan.

Selain itu produksi air mata juga berkurang sehingga menyebabkan cairan mata mengalami sedikit pengeringan. Itulah yang membuat sisa kotoran tidak terbuang dan akhirnya menumpuk di area sudut mata.

baca juga

Tekstur belek itu sendiri tergantung kondisi mata, semakin kering permukaan mata Anda maka belek yang dihasilkan akan bertekstur kering, atau berpasir. Namun jika mata Anda sedikit lembab, maka belek yang dihasilkan akan sedikit lengket atau berlendir.

Oleh sebab itu, belek mata kadang bisa basah, lengket, kering, atau berkerak tergantung seberapa banyak cairan belek yang menguap. Namun ada juga penyebab lain Anda mengalami mata belekan.

Penyebab Belekan
Umumnya belek adalah hal yang wajar dan tidak berbahaya karena dialami oleh hampir sebagaian orang, tetapi dalam beberapa kasus belekan yang berlebih bisa disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

1. Infeksi bakteri
Dalam kasus yang lebih serius, infeksi bakteri bisa menyebabkan blepharitis, yaitu peradangan di dasar bulu mata yang menghasilkan belek tebal, lendir berwarna kekuningan seperti nanah yang mengandung banyak bakteri. Umumnya, orang yang sedang pilek atau flu cenderung memiliki belek berlebih.

2. Konjungtivitis
Belekan yang berlebih sering dikaitkan dengan kondisi mata yang disebut konjungtivitis atau mata merah. Konjungtivitis bisa saja menular jika disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Namun bisa tidak menular jika disebabkan karena alergi, atau iritasi lainnya.

3. Lensa kontak yang tidak steril
Memakai lensa kontak yang kotor atau sudah kadaluwarsa juga merupakan penyebab umum dari belekan. Menggunakan lensa kontak yang terlalu lama sangat berbahaya.

Pertama, lensa kontak sudah terkontaminasi dengan bakteri atau organisme virus yang berkembang biak di bahan lensa kontak.

Kedua, endapan protein dan minyak yang berasal dari air mata akan terbentuk di permukaan lensa kontak. Hal ini membuat tubuh Anda mengalami peradangan di sekitar mata yang menyebabkan belekan.

Bagaimana Cara Mengatasi Belek Mata?
Umumnya sebagian orang bisa menghilangkan belek hanya dengan mengusap atau “mengucek” mata secara perlahan ketika terbangun dari tidur. Namun tak jarang ada juga orang yang ketika bangun tidur sulit membuka matanya akibat penumpukan kotoran mata yang terlalu banyak hampir di seluruh bagian mata.

Jika ini terjadi, Anda bisa mengambil handuk yang sebelumnya sudah direndam air hangat kemudian diusapkan secara perlahan pada bagian mata.

Jika mata belekan disebabkan oleh penggunaan kontak lensa, Anda harus rutin mengganti kontak lensa sesuai masa berlakunya. Selain itu bersihkan kontak lensa sesuai dengan petunjuk dokter.

Jika Anda mengalami belekan yang berlebih dan tidak kunjung mereda atau disertai mata kering, mata berair, mata merah, sensitif terhadap cahaya, merasakan nyeri seperti terbakar, bahkan penglihatan menjadi buram segera konsultasikan ke dokter. Dokter akan melakukan diagnosis lebih lanjut untuk melakukan tindakan pengobatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cara Sederhana Jaga Kesehatan Mata Anda

Cara Sederhana Jaga Kesehatan Mata Anda

Health | Minggu, 08 April 2018 | 10:43 WIB

Tentang Kelainan Kornea, Fuchs Dystrophia

Tentang Kelainan Kornea, Fuchs Dystrophia

Health | Kamis, 09 November 2017 | 12:35 WIB

Jangan Asal Pakai Kacamata Hitam, Ini Bahayanya!

Jangan Asal Pakai Kacamata Hitam, Ini Bahayanya!

Health | Sabtu, 28 Oktober 2017 | 19:50 WIB

Terkini

Sinopsis "Mo Papa!", Drama Jepang Terbaru Hara Nanoka dan Tsutsumi Shinichi

Sinopsis "Mo Papa!", Drama Jepang Terbaru Hara Nanoka dan Tsutsumi Shinichi

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:41 WIB

Di Balik Sensasi Cekit-Cekit Ampoule Wondermis: Kenalan dengan Natural Microneedle Technology

Di Balik Sensasi Cekit-Cekit Ampoule Wondermis: Kenalan dengan Natural Microneedle Technology

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:41 WIB

Prabowo di Hadapan Ulama: Percaya Sama Saya, Beberapa Tahun lagi Indonesia Bangkit

Prabowo di Hadapan Ulama: Percaya Sama Saya, Beberapa Tahun lagi Indonesia Bangkit

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Masuk Bursa Dirjen WHO, Menkes Budi Ungkap Instruksi Prabowo

Masuk Bursa Dirjen WHO, Menkes Budi Ungkap Instruksi Prabowo

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Life of Pi dan Kerinduan kepada Tuhan di Tengah Ketidakpastian

Life of Pi dan Kerinduan kepada Tuhan di Tengah Ketidakpastian

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Mahasiswa Mundur Tertib Pukul 18.00 WIB, Massa Lain Masih Bertahan di DPR

Mahasiswa Mundur Tertib Pukul 18.00 WIB, Massa Lain Masih Bertahan di DPR

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:38 WIB

Gaet Tiara Andini hingga Enau, Whisnu Santika Hadirkan Musik Berbeda Lewat Album Map Of Feelings

Gaet Tiara Andini hingga Enau, Whisnu Santika Hadirkan Musik Berbeda Lewat Album Map Of Feelings

Entertainment | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:38 WIB

Gegara Demo, Investor Asing Cabut Dana Rp113,45 Miliar dari Bursa Saham

Gegara Demo, Investor Asing Cabut Dana Rp113,45 Miliar dari Bursa Saham

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Apa Bedanya Elemen Api, Air, Udara, dan Tanah dalam Mempengaruhi Sifat Zodiak?

Apa Bedanya Elemen Api, Air, Udara, dan Tanah dalam Mempengaruhi Sifat Zodiak?

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Bisnis Tak Bisa Lagi Cuma Hitung Cuan, Risiko Politik Juga Harus Dibaca

Bisnis Tak Bisa Lagi Cuma Hitung Cuan, Risiko Politik Juga Harus Dibaca

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:28 WIB

×