Bisnis Tak Bisa Lagi Cuma Hitung Cuan, Risiko Politik Juga Harus Dibaca

Achmad Fauzi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:28 WIB
Bisnis Tak Bisa Lagi Cuma Hitung Cuan, Risiko Politik Juga Harus Dibaca
Ilustrasi perkantoran dan pusat bisnis di Jakarta. [ist].
baca 10 detik
  • Praktisi Arief Budiman menyatakan pada Kamis (27/8/2026) bahwa profesi Public Policy and Government Affairs sangat penting bagi bisnis.
  • Fungsi profesi tersebut bertumpu pada lima pilar utama untuk menghadapi perubahan kebijakan pemerintah serta risiko politik.
  • Penguatan profesi memerlukan kolaborasi bersama universitas dan pemerintah agar investasi serta keberlanjutan bisnis tetap terjaga.

Suara.com - Dunia usaha kini tidak cukup hanya membaca pergerakan pasar dan kondisi ekonomi. Dinamika politik dan kebijakan pemerintah juga menjadi faktor yang semakin penting dalam menentukan keberlangsungan bisnis dan investasi.

Kondisi tersebut membuat profesi Public Policy & Government Affairs (PPGA) dinilai semakin strategis bagi perusahaan. Fungsi ini tidak hanya berkaitan dengan hubungan perusahaan dengan pemerintah, tetapi juga mencakup kemampuan membaca arah kebijakan, regulasi, politik, hingga berbagai kepentingan yang dapat memengaruhi dunia usaha.

Praktisi Public Policy & Government Affairs, Arief Budiman, mengatakan perusahaan perlu memahami bahwa perubahan politik dan kebijakan pemerintah dapat berpengaruh terhadap aktivitas bisnis.

Ilustrasi gedung perkantoran (Unsplash/Afif Kusuma)
Suasana perkantoran bisnis di ibu kota. (Unsplash/Afif Kusuma)

"Profesi ini sudah terlalu lama menjadi kepraktisan tanpa peta. Kami tidak ingin membangunnya sendiri. Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, terutama universitas, pemerintah, dan para praktisinya sendiri agar profesi PPGA dapat berkembang secara lebih kuat di Indonesia," ujar Arief seperti dikutip, Kamis (27/8/2026).

Menurut Arief, PPGA tidak semestinya hanya bekerja ketika perusahaan sudah menghadapi persoalan. Fungsi tersebut justru harus mampu membaca potensi risiko sejak awal sehingga perusahaan dapat menyiapkan strategi menghadapi perubahan lingkungan bisnis.

Dalam kerangka kerja yang dipaparkan IPPGA Group, fungsi PPGA bertumpu pada lima pilar, yakni Profitability, Certainty, Security, Continuity, dan Stability.

Pilar Stability secara khusus berkaitan dengan kemampuan membaca dinamika politik nasional dan lokal, kepentingan aktor pemerintahan, serta perkembangan politik dan ekonomi global yang dapat berdampak terhadap bisnis.

Sementara itu, Certainty menempatkan pemahaman terhadap arah kebijakan pemerintah, proses legislasi dan regulasi, hingga perencanaan pembangunan sebagai bagian penting dalam mendukung kepastian usaha.

Adapun Security berkaitan dengan upaya melindungi perusahaan dari risiko hukum, sosial, dan politik yang berpotensi mengganggu operasional maupun investasi.

baca juga

"Keberhasilan PPGA tidak dapat berdiri pada satu pilar. Kelimanya harus bekerja sebagai satu kesatuan," tegas Arief.

Dengan demikian, kemampuan membaca politik tidak lagi semata-mata menjadi kebutuhan bagi aktor pemerintahan atau partai politik. Bagi dunia usaha, pemahaman terhadap dinamika tersebut dapat menjadi bagian dari strategi untuk menjaga investasi dan keberlanjutan bisnis.

Arief menilai kebutuhan terhadap profesi PPGA akan terus ada selama terdapat interaksi antara bisnis, kebijakan publik, dan politik dalam sistem demokrasi.

"Selama pemerintahan Republik Indonesia berdiri, bisnis dan kebijakan politik akan selalu berinteraksi. Karena itu, profesi ini akan selalu diperlukan. Penguatannya adalah tanggung jawab bersama, bukan milik satu kelompok industri atau satu asal investasi baik dalam atau luar negeri," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Strategi Purbaya Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027, Dari Reformasi Regulasi hingga Manufaktur

Strategi Purbaya Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027, Dari Reformasi Regulasi hingga Manufaktur

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:16 WIB

Dari Penghasilan Menjadi Harapan, PNM Bantu Tika Gerakkan Ekonomi Keluarga dan Buka Lapangan Kerja

Dari Penghasilan Menjadi Harapan, PNM Bantu Tika Gerakkan Ekonomi Keluarga dan Buka Lapangan Kerja

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:59 WIB

Di Hadapan Ekonom, Purbaya Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif Pajak Tahun Depan

Di Hadapan Ekonom, Purbaya Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif Pajak Tahun Depan

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:47 WIB

Terkini

BRI Pertahankan Gelar Merek Paling Bernilai di Indonesia dengan Valuasi USD6,9 Miliar

BRI Pertahankan Gelar Merek Paling Bernilai di Indonesia dengan Valuasi USD6,9 Miliar

Jogja | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:52 WIB

Empat Tahun Berturut-turut, BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance

Empat Tahun Berturut-turut, BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance

Jawa Tengah | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Nilai Merek USD6,9 Miliar, BRI Kembali Pimpin Daftar Merek Terkuat di Indonesia

Nilai Merek USD6,9 Miliar, BRI Kembali Pimpin Daftar Merek Terkuat di Indonesia

Jatim | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:47 WIB

6 Kombinasi Warna Rumah yang Estetik: dari Biru Sage hingga Hitam Putih

6 Kombinasi Warna Rumah yang Estetik: dari Biru Sage hingga Hitam Putih

Sumut | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:47 WIB

Kabut Asap Palembang Belum Mereda, PM2.5 Tembus 497,9 dan Udara Berbahaya

Kabut Asap Palembang Belum Mereda, PM2.5 Tembus 497,9 dan Udara Berbahaya

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Brand Finance 2026: BRI Pertahankan Posisi sebagai Merek Paling Bernilai di Indonesia

Brand Finance 2026: BRI Pertahankan Posisi sebagai Merek Paling Bernilai di Indonesia

Jabar | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:42 WIB

Pengusaha Sulsel Terjepit! DPR: Industri Hari Ini Sudah Dicekik dari Semua Sisi

Pengusaha Sulsel Terjepit! DPR: Industri Hari Ini Sudah Dicekik dari Semua Sisi

Sulsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:41 WIB

BRI Kokoh Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia, Nilai Merek Tembus USD6,9 Miliar

BRI Kokoh Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia, Nilai Merek Tembus USD6,9 Miliar

Banten | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:38 WIB

Nilai Merek Capai USD6,9 Miliar, BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance

Nilai Merek Capai USD6,9 Miliar, BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:36 WIB

3 Rekomendasi Masker dengan Kandungan Madu untuk Kulit Lembap dan Glowing

3 Rekomendasi Masker dengan Kandungan Madu untuk Kulit Lembap dan Glowing

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:32 WIB

×