6 Tanda Tubuh Anda Cepat Tua

Vania Rossa

Senin, 07 Mei 2018 | 14:00 WIB
6 Tanda Tubuh Anda Cepat Tua
Ilustrasi seorang perempuan alami anemia. [shutterstock]

Suara.com - Apakah Anda termasuk orang yang awet muda atau cepat tua? Menurut penelitian terbaru, beberapa orang akan menua 3 kali lebih cepat dibandingkan orang sebayanya. Itulah sebabnya, Anda mungkin menemukan orang-orang pada usia yang sama dapat terlihat lebih muda atau lebih tua.

Dilansir dari laman Bright Side, inilah 6 tanda bahwa tubuh Anda menua terlalu cepat.

1. Kulit Anda sangat kering dan bersisik
Tanda-tanda penuaan kulit biasanya muncul setelah usia 25 tahun. Tetapi, faktor pemicu yang buruk dapat membuat tanda ini muncul lebih awal. Perubahan usia kulit yang terlalu cepat dibandingkan dengan orang-orang pada usia yang sama, dapat menjadi tanda penuaan dini.

Jika kulit Anda terus-menerus kering dan mengelupas, mengalami pigmentasi, dan keriput, hal ini mungkin berkaitan dengan masalah hormonal.

Selain masalah hormonal, penuaan kulit dapat dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat, seperti diet yang tidak seimbang, mengabaikan tabir surya, dan stres.

Cara mencegah: pastikan Anda melakukan diet seimbang dengan mengonsumsi sayuran hijau, buah beri, dan makanan yang kaya lemak tak jenuh seperti kacang, minyak sayur, dan biji-bijian.

2. Muncul kantong mata
Kulit tipis di sekitar kelopak mata sangat rentan terhadap pengaruh negatif berbagai jenis faktor eksternal dan internal, seperti kelelahan, kurang tidur, stres, dan sinar UV. Itu sebabnya tanda penuaan pertama sering muncul di area ini.

Kantong mata membuat Anda terlihat jauh lebih tua dari usia sebenarnya. Kerja konstan otot-otot di sekitar mata menyebabkan hilangnya elastisitas kulit secara cepat.

Masalah ini tidak dapat dihindari pada orang lanjut usia, tetapi jika perubahan mulai muncul sebelum usia 40 tahun, hal ini dapat menunjukkan adanya masalah pada fungsi organ-organ internal yang menyebabkan meningkatnya proses penuaan tubuh.

baca juga

Cara mencegah: cobalah untuk cukup tidur, hindari makanan yang asin, minum lebih banyak air, dan jangan lupa untuk merawat kulit di sekitar mata setiap hari.

3. Gangguan siklus menstruasi
Siklus menstruasi yang tidak teratur dapat menjadi tanda menopause dini. Itu dianggap normal jika seorang wanita telah memasuki usia 46 tahun. Tapi jika ini terjadi sebelum Anda berusia 40 tahun, ini mungkin pertanda adanya penuaan dini pada organ-organ internal.

Gejala menopause dini di antaranya insomnia, demam, menggigil, kejang, dan perubahan suasana hati yang konstan.

Cara mencegah: kunjungi ginekolog Anda secara rutin, segera deteksi dan obati peradangan organ internal, dan jangan mengabaikan asupan vitamin.

4. Mudah capek
Jika Anda sangat kesusahan melakukan aktivitas sehari-hari seperti menaiki tangga atau berjalan kaki, bisa jadi Anda memang kurang bugar akibat kurang berolahraga. Tapi, bisa juga itu menjadi pertanda Anda mengalami penuaan yang lebih cepat dibanding usia biologis resmi Anda.

Setelah 40 tahun, volume otot mulai berkurang. Ini adalah proses alami yang dapat diperlambat dengan berolahraga secara teratur dan dapat dipercepat dengan mengabaikan aktivitas fisik.

Cara mencegah: pilih aktivitas yang Anda sukai, bisa yoga, menari, mengendarai sepeda, atau apa pun yang ingin Anda lakukan. Dalam kehidupan sehari-hari, berusahalah untuk aktif. Alih-alih menggunakan lift, naikilah tangga. Atau pilih jalan kaki daripada naik bus.

5. Rambut rontok
Normalnya, rambut rontok sekitar 50-125 helai per hari. Tetapi jika Anda mulai memerhatikan ada semakin banyak rambut rontok di sisir, dan belahan rambut di bagian tengah kepala Anda menjadi lebih lebar, maka Anda harus berkonsultasi dengan dokter.

Dalam banyak kasus, tanda-tanda kebotakan dini muncul karena masalah hormonal.

Cara mencegah: pilih produk pembersih rambut yang tepat, perkaya diet dengan produk yang kaya asam lemak omega-3, dan lindungi rambut Anda dari sinar matahari.

6. Gangguan tidur
Orang-orang di atas 60 tahun mungkin mengalami beberapa perubahan fisiologis yang menyebabkan mereka kesulitan tidur sepanjang malam. Ini terjadi karena peningkatan kadar kortisol yang terkait usia, yang dapat menyebabkan perasaan cemas saat tidur.

Cara mencegah: yoga atau berenang dapat membantu mengatasi stres yang menyebabkan gangguan tidur. Membaca buku sebelum tidur juga lebih bermanfaat daripada bermain ponsel atau menonton TV.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ponsel Dapat Memicu Penuaan Dini?

Ponsel Dapat Memicu Penuaan Dini?

Lifestyle | Rabu, 02 Mei 2018 | 17:00 WIB

Awas! Keseringan Menatap Layar Ponsel Bikin Wajah Cepat Tua

Awas! Keseringan Menatap Layar Ponsel Bikin Wajah Cepat Tua

Lifestyle | Selasa, 13 Februari 2018 | 08:49 WIB

Pernah Salah Nilai Usia Orang dari Tampilan Muka? Ini Penyebabnya

Pernah Salah Nilai Usia Orang dari Tampilan Muka? Ini Penyebabnya

Health | Jum'at, 20 Oktober 2017 | 08:08 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×