Studi: Anak di Jepang Paling Sehat dan Bahagia! Yuk Ditiru

Ade Indra Kusuma, Dinda Rachmawati

Selasa, 04 September 2018 | 17:00 WIB
Studi: Anak di Jepang Paling Sehat dan Bahagia! Yuk Ditiru
Anak bahagia bersama orangtuanya. (Shutterstock)

Suara.com - Tahukah Anda studi terkini menunjukkan bahwa anak di Jepang paling sehat dan bahagia. Berbicara soal anak, semua orangtua tentu menginginkan hal terbaik untuk anak-anaknya, termasuk kehidupan yang bahagia dan sehat.

Untuk mewujudkan hal tersebut tentu saja tidak mudah. Begitu banyak yang harus Anda perhatikan dalam mengasuh seorang anak.

Nah, jika Anda termasuk orangtua yang juga tengah berusaha melakukan hal tersebut, kita bisa belajar dari para orangtua di Jepang.

BACA JUGA: Apa Itu Kehamilan Geriatri dan Berbahayakah?

Ya, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Lancet, anak-anak Jepang disebut sebagai anak-anak yang paling sehat dan paling bahagia di dunia.

Anak-anak yang lahir di Jepang menikmati kehidupan terpanjang dibandingkan dengan anak-anak di negara lain. Lantas, apa rahasianya? Berikut yang bisa Anda terapkan, seperti dilansir dari Times of India

Biarkan anak mencoba dan memiliki pengalaman dengan rasa baru

Anak-anak mudah bosan dengan makanan yang sama dan kebiasaan makan mereka sering berubah. Penting bagi seorang anak untuk bisa mencoba makanan baru. 

BACA JUGA: Begini Cara Chelsea Olivia Menjaga Asupan Gizi Nastusha

Nah, menyikapi hal ini sebagian besar orangtua Jepang sangat menganggap serius. Menurut para ahli, semakin seorang anak mencoba berbagai jenis makanan sehat, semakin banyak pula minat mereka pada makanan sehat saat mereka memasuki masa dewasa. 

Ketika Anda mengizinkan seorang anak untuk mencicipi makanan yang berbeda, rasa mereka juga akan berkembang dan mereka akan cenderung untuk mencoba makanan baru.

Biarkan mereka menikmati makanan kesukaannya

Salah satu alasan mengapa anak-anak mengembangkan ketidaksukaan terhadap makanan adalah ketika mereka berulang kali dipaksa untuk makan sesuatu yang tidak mereka sukai. Biarkan sesekali memperlakukan anak memilih apa yang mereka sukai dan jangan terlalu ketat dengan aturan tentang makan sehat. Anak-anak harus dibuat untuk menikmati makanan mereka, termasuk camilan kecil yang bisa membuat mereka menantikannya.

Sajikan makanan dengan piring 

Logika di balik mengapa makanan anak-anak harus disajikan dengan piring yang lebih kecil sebenarnya sederhana. Mereka seharusnya tidak merasa terintimidasi oleh ukuran piring besar dan porsi yang disajikan. Dan ketika mereka menggunakan piring yang lebih kecil, mereka didorong untuk menyajikan makanan sendiri dan ini membantu mereka memilih apa yang ingin mereka makan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tanggapi Gadget pada Anak, Menteri Ini Buat Aturan bagi Sekolah

Tanggapi Gadget pada Anak, Menteri Ini Buat Aturan bagi Sekolah

News | Selasa, 04 September 2018 | 14:04 WIB

Stress di Masa Bayi Bisa Timbulkan ADHD

Stress di Masa Bayi Bisa Timbulkan ADHD

Health | Senin, 03 September 2018 | 12:00 WIB

Hubungan Perilaku Orangtua dan Masalah Obesitas pada Anak

Hubungan Perilaku Orangtua dan Masalah Obesitas pada Anak

Health | Sabtu, 01 September 2018 | 03:02 WIB

Terkini

Kapal Kargo Panama Tabrak Kapal Nelayan China di Selat Singapura

Kapal Kargo Panama Tabrak Kapal Nelayan China di Selat Singapura

News | Selasa, 22 September 2026 | 07:19 WIB

Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun

Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun

News | Selasa, 22 September 2026 | 07:14 WIB

Peraturan Membawa Powerbank ke Dalam Pesawat Terbaru 2026, Cek Batas mAh yang Aman

Peraturan Membawa Powerbank ke Dalam Pesawat Terbaru 2026, Cek Batas mAh yang Aman

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 07:10 WIB

Seni Tidak Melakukan Apa-Apa: Membedah Konsep Niksen Lewat Neurosains

Seni Tidak Melakukan Apa-Apa: Membedah Konsep Niksen Lewat Neurosains

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 07:05 WIB

Perbankan Diminta Waspadai Dampak Karhutla, Risiko NPL Jadi Perhatian

Perbankan Diminta Waspadai Dampak Karhutla, Risiko NPL Jadi Perhatian

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 07:05 WIB

Kelompok Houthi Ancam Pakistan dan Turki: Jangan Ikut Campur Bela Arab Saudi

Kelompok Houthi Ancam Pakistan dan Turki: Jangan Ikut Campur Bela Arab Saudi

News | Selasa, 22 September 2026 | 06:56 WIB

10 Cara Menghilangkan Noda Oli di Baju untuk Ibu Rumah Tangga

10 Cara Menghilangkan Noda Oli di Baju untuk Ibu Rumah Tangga

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 06:44 WIB

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 05:42 WIB

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

×