Array

Studi: Anak di Jepang Paling Sehat dan Bahagia! Yuk Ditiru

Selasa, 04 September 2018 | 17:00 WIB
Studi: Anak di Jepang Paling Sehat dan Bahagia! Yuk Ditiru
Anak bahagia bersama orangtuanya. (Shutterstock)

BACA JUGA: Ketahui Manfaat Acroyoga Seperti yang Dilakukan Olla Ramlan

Piring berukuran normal mungkin tampak terlalu besar untuk anak-anak, begitupun porsinya yang mungkin membuat mereka merasa terintimidasi. Saat menggunakan piring berukuran lebih kecil, mereka akan menjaga porsi dan selera makan anak-anak mereka dalam perspektif yang benar.


Makan bersama keluarga dan biarkan anak-anak terlibat saat menyiapkan makanan

Menurut sebuah penelitian, makan bersama keluarga secara teratur dan membiarkan anak-anak ikut ke dapur menyiapkan makanan sehat dan seimbang, dapat membantu mereka mengembangkan kebiasaan makan yang baik.

BACA JUGA: 5 Potret Liburan Hanifan Yudani, Atlet Indonesia Doyan Traveling

Kepuasan orangtua, kehangatan dan kenikmatan yang dirasakan dikaitkan dengan penurunan obesitas, lapor sebuah penelitian. Orangtua Jepang tahu ini dan sering terlihat melakukannya.


Aktivitas fisik seperti berlari dan melompat

Gaya hidup yang sehat sangat bergantung pada aktivitas fisik. Tidaklah mengherankan bahwa orang-orang di Jepang lebih suka bersepeda atau berjalan cepat sebagai moda transportasi mereka untuk jarak pendek. Di satu sisi, orang tua Jepang mendorong anak-anak mereka untuk melakukan aktivitas fisik, seperti berlari dan melompat dengan serius.

BACA JUGA: Uni, Olahan Daging Bulu Babi Jadi Santapan Kelas Atas di Jepang

Kita tahu pentingnya aktivitas fisik untuk nafsu makan yang sehat. Daripada membiarkan anak-anak Anda bermain video game selama berjam-jam, lebih baik mengajak mereka berjalan-jalan di taman atau bermain petak umpet di rumah.

Jangan takut terapkan pola asuh otoritatif

Berbicara soal gaya hidup sehat dan kebiasaan makan, orangtua Jepang memang cenderung membebaskan anak-anaknya memilih yang disukainya dan tidak terlalu tegas atau memaksa. Namun di sisi lain, mereka juga mengikuti pola asuh otoritatif, menetapkan pedoman bahwa anak-anak didorong untuk mengikuti apa yang mereka tetapkan.

BACA JUGA: Pesona Batu Hoda, Spot Wisata Terbaru di Pulau Samosir

Meski begitu, mereka siap untuk mendengarkan saran anak-anaknya dan fleksibel ketika dibutuhkan. Mereka menetapkan batas tanpa terlalu membatasi.

Itulah yang menjadi alasan mengapa anak di Jepang paling sehat dan bahagia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI