Bisa Pengaruhi Plasenta, Polusi Berbahaya Bagi Ibu Hamil

M. Reza Sulaiman, Dinda Rachmawati

Selasa, 18 September 2018 | 16:49 WIB
Bisa Pengaruhi Plasenta, Polusi Berbahaya Bagi Ibu Hamil
Polusi bisa membahayakan janin karena masuk ke plasenta ibu hamil. (Shutterstock)

Suara.com - Bahaya polusi bagi ibu hamil tak hanya bagi dirinya sendiri, namun juga mengintai janin lewat plasenta.

Ibu hamil memiliki beberapa kegiatan yang sebaiknya tak dilakukan agar tak membahayakan janin. Merokok, meminum alkohol hingga menikmati alam bahwa laut dengan scuba diving tak dianjurkan untuk ibu hamil.

Namun tak hanya itu, penelitian baru dari Queen Mary University (QMU) London, menyebut berjalan menyusuri jalan raya yang sibuk dengan polusi tinggi juga turut masuk ke dalam daftar tersebut.

QMU London melakukan penelitian kecil terhadap lima perempuan dan memeriksa plasenta pasca persalinan mereka. Tim peneliti lantas menemukan, bahwa lima perempuan yang tinggal di daerah polusi tinggi memiliki 'partikel jelaga' di plasenta mereka. Jelaga adalah butiran-butiran arang yang halus dan lunak, yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar.

Ini adalah masalah besar, kata tim peneliti, karena plasenta seharusnya menyaring apa pun yang berbahaya bagi bayi. Namun ketika ibu hamil menghirup udara yang tercemar dan partikel-partikel jelaga mencapai plasenta mereka melalui aliran darah, hal ini dapat berbahaya bagi janin.

"Kami mengetahui bahwa polusi udara mempengaruhi perkembangan janin dan dapat terus mempengaruhi bayi setelah lahir dan sepanjang hidup mereka. Kami tertarik untuk melihat apakah efek ini bisa disebabkan oleh partikel polusi yang bergerak dari paru-paru ibu ke plasenta," kata pemimpin penelitian Dr Lisa Miyashita, dikutip dari Metro.

Hasil penelitian adalah bukti pertama bahwa partikel polusi yang dihirup dapat bergerak dari paru-paru melalui sirkulasi darah dan kemudian masuk ke plasenta.

Namun, beberapa ahli, salah satunya Clare Murphy dari British Pregnancy Advisory Service, menyatakan bahwa hal ini tidak perlu membuat ibu hamil khawatir mengingat sampel penelitian yang sangat kecil. Menurutnya, Anda tak perlu pergi ke pedesaan hanya untuk menghindari polusi selama hamil untuk melindungi bayi Anda.

Profesor Mina Gaga, yang merupakan presiden dari European Respiratory Society juga berkomentar mengenai penelitian ini.

"Kami membutuhkan kebijakan yang lebih ketat agar udara bisa lebih bersih, sehingga mengurangi dampak polusi pada kesehatan di seluruh dunia, karena kami sudah melihat populasi baru dewasa muda dengan masalah kesehatan," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ibu Hamil Obesitas, Ini Dampaknya Bagi Bayi

Ibu Hamil Obesitas, Ini Dampaknya Bagi Bayi

Health | Minggu, 16 September 2018 | 17:15 WIB

Studi : Paparan Ganja Terhadap Ibu Hamil Bikin Anak Antisosial

Studi : Paparan Ganja Terhadap Ibu Hamil Bikin Anak Antisosial

Health | Jum'at, 14 September 2018 | 18:00 WIB

Ibu Hamil Terpapar Asap Rokok, Risiko Janin Meninggal Naik

Ibu Hamil Terpapar Asap Rokok, Risiko Janin Meninggal Naik

Health | Kamis, 13 September 2018 | 19:05 WIB

Plasenta Previa : Waspadai Terjadi pada Ibu Hamil

Plasenta Previa : Waspadai Terjadi pada Ibu Hamil

Health | Senin, 20 Agustus 2018 | 00:30 WIB

Tulang Miss V Nyeri saat Hamil Besar, Apa Sih Sebabnya?

Tulang Miss V Nyeri saat Hamil Besar, Apa Sih Sebabnya?

Health | Rabu, 15 Agustus 2018 | 22:00 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB