Array

Studi : Paparan Ganja Terhadap Ibu Hamil Bikin Anak Antisosial

Ade Indra Kusuma Suara.Com
Jum'at, 14 September 2018 | 18:00 WIB
Studi : Paparan Ganja Terhadap Ibu Hamil Bikin Anak Antisosial
Ilustrasi ibu hamil yang dilarang gunakan ganja [shutterstock]

Suara.com - Ganja merupakan zat yang termasuk dalam psikotropika golongan halusinogen karena efeknya yang menciptakan khayalan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Walaupun sudah dilegalkan di beberapa wilayah di Amerika Serikat, penggunanya kini tak hanya anak-anak muda, bahkan ibu hamil pun banyak yang mengonsumsi obat terlarang ini.

Dikutip dari Medicaldaily, menurut Centers for Disease Control and Prevention, sekitar 1 dari 25 wanita di Amerika Serikat melaporkan menggunakan ganja saat hamil. Sementara penelitian lain masih mencari tahu bagaimana ganja bisa mempengaruhi janin yang nantinya menyebabkan anak antisosial.

Di antara berbagai resiko, temuan sebelumnya menunjukkan kemungkinan bayi lahir dengan berat badan yang rendah sangat tinggi dan mengalami masalah perkembangan dalam masa pertumbuhannya.

"Karena kanabinoid dapat melintasi plasenta, mereka dapat mengganggu sinyal endocannabinoid (senyawa kimia yang secara alami diproduksi di dalam otak) janin selama perkembangan saraf, yang terlibat dalam mengatur berbagai proses seperti kehamilan, nafsu makan, sensasi nyeri, dan memediasi efek farmakologis ganja," ujar Direktur Penelitian Inserm Institut Neurobiologi Mediterania, Olivier Manzoni.

Konsekuensi jangka panjang dari paparan kanabinoid terhadap pra-kelahiran juga menyoroti kekhawatiran bahwa konsumsi ganja selama kehamilan sedang meningkat. Dalam studi 2017, ditemukan bahwa penggunaan ganja  pada ibu hamil di California meningkat dari 4,2 persen menjadi 7,1 persen antara 2009 dan 2016.
 
Dalam studi baru, para peneliti meneliti tikus jantan dan betina, dengan fokus pada otak yang sering terlibat dalam gangguan neuropsikiatrik. Mereka menemukan bahwa tikus jantan yang terkena kanabinoid di rahim, kurang bisa bergaul atau menjadi antisosial
 
Perubahan yang diamati tidak terbatas pada perilaku eksternal mereka. Para peneliti juga menemukan perubahan fisik ketika memeriksa bagian otak. Mereka mencatat peningkatan rangsangan neuron piramidal. Namun, tidak satu pun dari efek ini terlihat pada tikus betina yang terpapar obat saat berada di uterus.
 
Menurut temuan Laboratorium Manzoni, mengatakan bahwa soal interaksi antisosial secara khusus terganggu pada laki-laki, namun kognisi tidak terpengaruh pada kedua jenis kelamin. Hal ini menunjukkan ada konsekuensi perilaku diskrit dan seks-spesifik terhadap eksposur kanabinoid.

Temuan ini tentunya dapat mendukung dan memperkuat saran dokter bagi wanita hamil untuk menghindari penggunaan ganja sebab hal ini juga bisa terjadi pada manusia yang menjadikan anak antisosial. [Annisya Heriyanti]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI