Duh, Ini Bahayanya Tinggal di Kota yang Tinggi Polusi

M. Reza Sulaiman, Firsta Nodia

Jum'at, 21 September 2018 | 21:00 WIB
Duh, Ini Bahayanya Tinggal di Kota yang Tinggi Polusi
Polusi udara di kota. (Shutterstock)

Suara.com - Sebagai warga Jakarta Anda bisa merasakan betapa kualitas udara di Ibukota tercemar oleh asap kendaraan bermotor serta polusi dari proses pembangunan gedung-gedung pencakar langit.

Namun sadarkah Anda bahwa udara Jakarta yang kita hirup sehari-hari dapat berefek negatif bagi kesehatan? Ya, disampaikan Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), polusi udara yang kita hirup memberi dampak besar bagi kesehatan, bukan hanya untuk paru tapi juga penyakit jantung hingga stroke.

"Polusi kalau diakumulasi dalam jangka panjang akan menyebabkan dampak kesehatan. Orang-orang berusia lanjut, anak-anak, atau pasien dengan riwayat penyakit paru dan jantung sangat berisiko tinggi jika terpapar polusi," ujar dr Agus dalam peringatan World Lung day yang dihelat PDPI di Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Lebih lanjut dr Agus menjelaskan, Data WHO menyebut bahwa polusi udara di seluruh dunia berkontribusi dalam peningkatan prevalensi penyakit dan kematian akibat kanker paru sebesar 25 persen, akibat infeksi saluran napas atas (ISPA) sebesar 17 persen, akibat stroke sebesar 16 persen, akibat penyakit jantung iskemik sebesar 15 persen dan akibat penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) sebesar 8 persen.

"Partikel polusi semakin kecil ukurannya maka semakin merusak. Sekarang ini ditemukan bahwa polusi ada yang ukurannya PM 2.5 dan PM 10. Itu kalau masuk ke pembuluh darah dan terakumulasi jangka panjang bisa memicu stroke dan penyakit jantung, kalau ke paru-paru bisa memicu ISPA, asma, PPOK hingga kanker paru," tambah dia.

Polusi udara di kota punya dampak jangka pendek dan jangka panjang. (Suara.com/Firsta Putri Nodia)
Polusi udara di kota punya dampak jangka pendek dan jangka panjang. (Suara.com/Firsta Putri Nodia)

Sementara untuk jangka pendek, paparan polusi udara bisa memicu iritasi mukosa yang ditandai dengan mata merah, hidung berair dan bersin; serta infeksi saluran napas atas dan bawah seperti peradangan, sakit tenggorokan, hingga batuk berdahak.

"Seringkali pada tahap awal gejalanya sangat ringan sehingga orang tidak sadar bahwa itu salah satunya dipicu polusi udara. Jadi kita sarankan agar masyarakat memakai masker ketika beraktivitas di luar ruangan lalu daya tahan tubuh harus ditingkatkan untuk mencegah penyakit-penyakit itu," tambah dia.

Di Jakarta sendiri, dr Agus melihat adanya kecenderungan paparan polusi yang lebih tinggi pada jam-jam tertentu seperti pada siang hingga malam hari. Pasalnya pada waktu tersebut, aktivitas warga Jakarta di luar ruangan menggunakan kendaraan bermotor lebih tinggi dibandingkan pada pagi hari.

"Jadi bisa diatur waktu beraktivitasnya, kalau siang sampai malam polutan tinggi. Sedangkan pagi belum begitu, sehingga disarankan kalau berangkat kerja pagi-pagi sekali. Udaranya masih bagus," lanjut dia.

baca juga

Edukasi mengenai efek polusi udara bagi kesehatan, kata dr Agus memang menjadi fokus peringatan Hari Paru Sedunia (World Lung Day) yang diperingati setiap 25 September. Dalam berbagai kegiatan yang dihelat PDPI di berbagai cabang ke masyarakat umum turut diangkat tema ini sehingga dapat menyadarkan masyarakat bahwa selain asap rokok, polusi juga bisa menjadi pemicu dari penyakit yang menyerang paru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polusi dan Gaya Hidup Picu Masalah Jerawat Baru

Polusi dan Gaya Hidup Picu Masalah Jerawat Baru

Health | Selasa, 18 September 2018 | 17:36 WIB

Bisa Pengaruhi Plasenta, Polusi Berbahaya Bagi Ibu Hamil

Bisa Pengaruhi Plasenta, Polusi Berbahaya Bagi Ibu Hamil

Health | Selasa, 18 September 2018 | 16:49 WIB

Dua Kota di Eropa Barat Sambut Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Dua Kota di Eropa Barat Sambut Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Lifestyle | Minggu, 16 September 2018 | 14:30 WIB

Tokyo Terpilih Sebagai Kota Paling Futuristik Sedunia

Tokyo Terpilih Sebagai Kota Paling Futuristik Sedunia

Tekno | Sabtu, 11 Agustus 2018 | 06:30 WIB

Jelang Asian Games, Kawasan Jakabaring Dipasang Pendeteksi Asap

Jelang Asian Games, Kawasan Jakabaring Dipasang Pendeteksi Asap

News | Kamis, 09 Agustus 2018 | 11:13 WIB

Polusi Menurunkan Jumlah Bebungaan Liar Britania Raya

Polusi Menurunkan Jumlah Bebungaan Liar Britania Raya

Tekno | Rabu, 16 Mei 2018 | 18:29 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×